Implementasi Program Pembuatan Lubang Biopori dan Bank Sampah di SMP Bina Greha

BOGOR – Mencintai lingkungan dirasa penting di era globalisasi seperti dewasa kini. Berbagai langkah pemerintah digalakan untuk meminimalisir pemanasan global. Adiwiyata, program ramah lingkungan akan memberikan penghargaan bagi sekolah yang memprogramkan budaya cinta lingkungan. Salah satunya SMP Bina Greha, Bogor.

Diawali pada tahun 2014, Sekolah yang berlokasi di sekitaran Taman Cimanggu ini memulainya dengan membuat delapan lubang resapan biopori. Melihat dampak positif biopori yang besar bagi lingkungan kemudian SMP Bina Greha terus mempertahankan programnya hingga sekarang. Didukung dengan tanah yang luas dan kontur tanah yang padat, sekolah ini dapat memaksimalkan dampak positif dari biopori.

Foto : Lala Nurrela, M.Pd – Kepala Sekolah SMP Bina Greha

Tak hanya siswa, guru sampai pedagang jajanan pun merasakan manfaat biopori ini. Lala selaku kepala sekolah SMP Bina Greha memfasilitasi para pedagang dengan lubang biopori “Jadi sampahnya para pedagang yang biasanya di timbun satu kantongan terus di buang ke bak sampah sekarang bisa mereka masukin ke lubang biopori itu. Kan ada manfaatnya juga buat lingkungan” ujar Lala

Sebelum di tingkat nasional, SMP Bina Greha ini juga sebelumnya mengikuti program Adiwiyata Kota di tahun 2014 dan Adiwiyata Provinsi di tahun berikutnya. Tidak hanya biopori, Adiwiyata juga menyangkut aspek kebijakan berwawasan lingkungan, kurikulum berwawasan lingkungan serta sarana prasarana berbasis lingkungan. Mengingat kemerdekaan Indonesia ke 72 akan berlangsung dalam waktu dekat, para tenaga pengajar berinisiatif membuat lomba untuk memeriahkan kemerdekaan Indonesia namun berbeda dengan lomba pada umumnya. Lomba yang akan dilaksanakan SMP Bina Greha tetap berbasis cinta lingkungan. Tidak seperti pada umumnya, kepala sekolah dan staf pengajar akan memberikan hadiah bagi siswanya dalam lomba pembuatan lubang biopori. Kegiatan ini bersifat kelompok yang diikuti seluruh siswa dari kelas tujuh hingga kelas sembilan. Pihak sekolah mengaku mentargetkan sejumlah 50 lubang. Namun kegiatan yang sudah dimulai sejak awal Agustus ini sudah berhasil mencapai 67 lubang. “Alhamdulillah sudah lewat target. Itu kan berarti siswa juga enjoy melakukan kegiatan lingkungan seperti ini” imbuh Lala yang ditemui pada Sabtu (12/8).

SMP Bina Greha merupakan sekolah swasta tingkat SMP satu-satunya di Bogor yang intens mengikuti kegiatan Adiwiyata ini. Adiwiyata bukanlah hal wajib yang harus diikuti sekolah. Namun pada dasarnya kepala sekolah, staf pengajar dan pihak yayasan sudah membudayakan cinta lingkungan sejak berdirinya tahun 1985. Hal ini berpengaruh terhadap perilaku siswa. menurut Lala “sekarang siswa tuh sudah mulai sadar mulai malu buang sampah sembarangan. Karena yang lainnya bersih kalau ada sampah ya sampah dia sendiri. Mudah-mudahan dengan ini bisa membawa mereka diluar lingkungan sekolah untuk tetap cinta lingkungan”.

Tidak hanya itu, pernak pernik kelas pun banyak yang berasal dari sampah kertas dan plastik. Selain ramah lingkungan, hiasan kelas yang dibuat oleh siswa siswi SMP Bina Greha ini juga dapat meningkatkan kreativitas. Pihak sekolah berharap dengan ada atau tidaknya Adiwiyata, seluruh individu di SMP Bina Greha dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan cinta lingkungan. Karena kebersihan dan cinta lingkungan bukan hanya penghargaan semata, namun menyangkut kenyamanan bahkan kesehatan.

SMP Bina Greha selaku calon sekolah Adiwiyata Nasional mengucapkan HUT RI yang ke 72.

 

(Anugrah Pratista)

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*