Polisi Bongkar Makam Pelajar Yang Tewas di Bacok

BOGOR – Polisi membongkar makam Juan Gibran Harefa (16), pelajar yang tewas dengan luka sayatan senjata tajam di Desa Pedurenan, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor. Jenazah Juan akan diotopsi untuk diketahui penyebab pasti kematiannya.

“Ini (pembongkaran dan autopsi) dilakukan untuk kepentingan proses penyelidikan, kan harus diketahui pasti penyebab kematiannya, sebagai bukti nantinya,” kata Wakapolsek Gunungsindur, AKP Akhmad Wirdjo saat ditemui di lokasi, Jum’at (17/11/2017).

Pihak keluarga sebelumnya sempat menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah Juan. Pihak keluarga memilih langsung memakamkan jasad Juan di TPU Desa Pedurenan.

“Tapi kemudian setelah dilakukan komunikasi, karena proses autopsi penting dilakukan untuk proses penyelidikan, akhirnya pihak keluarga bersedia. Hari ini kita bongkar kembali makamnya dan diautopsi jenazah korban,” terang Wirdjo.

Pembongkaran makam pelajar SMK kelas I itu dilakukan oleh petugas kepolisian dibantu warga sekitar. Proses pembongkaran juga sempat menjadi tontonan warga, karena hal tersebut baru kali ini terjadi di wilayah tersebut.

“Seumur-umur ini baru terjadi. Baru kali ini, kalau kita lihat kan kejadian begini di luar desa,” kata Ketua RT di lingkungan korban tinggal yang ditemui di TPU Desa Pedurenanan.

Jasad Juan yang sudah dimakamkan sejak sepekan lalu itu kemudian diautopsi untuk diketahui penyebab pasti kematiannya. Di lokasi, terlihat 4 petugas identifikasi dari Mabes Polri melakukan proses autopsi di dalam gubuk yang dibangun di samping makam Juan. Di dampingi petugas kepolisian dari Polsek Gunungsindur, prosaes autospi berjalan sekitar 1 jam.

“Ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan. Hasilnya seperti apa kita tunggu nanti hasil pemeriksaan dokter,” kata AKP Wiryo.

Juan tewas setelah mengalami dua luka bacok di bagian punggungnya. Polisi menyebut, siswa SMK kelas I ini menjadi korban pembacokan oleh orang tidak dikenal saat melintas di Jalan Raya Parung-Gunungsindur pada Kamis (9/11/2017) lalu. Saat kejadian, korban tengah dibonceng oleh rekannya bernama Gugun menggunakan sepeda motor.

“Ketika korban berhenti di lokasi dan belum sempat turun, tiba-tiba datang dua orang menggunakan motor dari arah belakang. Salah satunya kemudian membacok korban dan langsung meninggalkan lokasi,” kata AKP Wirdjo.

Malam itu, korban sempat dibawa ke rumah sakit oleh rekan-rekannya. Namun, Juan dinyatakan meninggal ketika tiba di rumah sakit Dhuafa, Bogor.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*