Deklarasi PUSAT JARINGAN ADVOKASI ANAK INDONESIA

BOGOR – Untuk menjamin hak-hak dan pelindungan anak Indonesia, Sekjen Peradi Sugeng Teguh Santoso mendirikan Pusat Jaringan Advokasi Anak Indonesia (PJAAI).

Bertempat di Joglo Keadilan, Parakan  Salak,  Kemang Bogor pada tanggal 16 September 2017 dideklarasikan Pusat Jaringan Advokasi Anak Indonesia oleh beberapa aktivis sosial, budaya, hukum, ormas. Diantaranya; Sugeng Teguh Santoso, Kemal Salim, Roy Sianipar, Syaiful Afriady, Syaiful Anam, Syamsul Anam, Sekar Hapsari Martodiharjo, DR .Kun Achdiat, Eko Octa, Feri Batubara, Bagus Blacknight,  Ade Hilmansyah, Shane Hasibuan, Abah Sahbandar serta beberala tokoh masyarakat

Fenomena perilaku kekerasan dan korban kekerasan fisik, psikis dan kekerasan seksual di kota Bogor dan kabupaten Bogor serta jawa barat secara umum (sukabumi dll) adalah puncak gunung es de kenyataan . Kasus kekerasa seksual yang terjadi di TK Mexindo, SMA Negeri 7 dan korban tewas akibat kekerasan thn 2016 atas nama korban Hilarius, yang semua terjadi di kota Bogor dan juga beberapa kasus di kabupaten Bogor dan kabupaten Sukabumi  mendorong para pegiat mendklarasikan PJAAI.

PJAAI akan melakukan penelitian dan pemantauan atas fenomena kekerasan dikalangan anak-anak , kultur kekerasan dikalangan anak (tawuran dan bullying) , akan melakukan advokasi kebijakan dan hukum untuk memastikan agar anak-anak mendapatkan kepenuhan hak atas pendidikan, kesehatan, hak dijauhkan dari rasa takut dan tidak aman, serta hak atas kultural budaya dalam segala aspek kehidupan mereka.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*