ilustrasi

Wabah Difteri Tiga Warga Garut Meninggal Dunia

Tiga orang warga Kabupaten Garut meninggal dunia akibat wabah penyakit difteri. Dari total 116 kasus difteri di Jawa Barat yang tercatat saat ini sehingga akhirnya wabah difteri di Jabar ini masuk dalam status KLB, 11 di antaranya ditemukan di Kabupaten Garut.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Janna Markus, menyebutkan ke-11 kasus difteri yang ditemukan di Kabupaten Garut tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, diantaranya di Sukawening, Cibatu, Sukaresmi, Bayongbong dan Cisurupan.

Selain itu, lanjutnya, kasus difteri juga di temukan di Kecamatan Cisurupan, Cikajang, Garut Kota, Pamulihan, Cihurip dan Kecamatan Bungbulang. Dari 11 kasus tersebut, sembilan orang diantaranya sudah dinyatakan sehat kembali, sementra dua orang lainnya meninggal dunia.

“Yang sembilan orang sekarang sudah sehat. Dua orang meninggal sekitar awal tahun ini,” ujarnya, Senin (11/12/2017).

Menurut Janna, jika dibandingkan tahun 2016 lalu, kasus difteri yang terjadi di Kabupaten Garut ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kendati begitu diakui Janna, meskipun meningkat tapi kasusnya bukan yang paling tinggi juga.

Dituturkan, agar wabah ini tidak menyebar, pihaknya pun mengajak masyarakat untuk tetap melakukan imunisasi lanjutan. Langkah imunisasi dilakukan secara bertahap dari bayi berumur 12 bulan, 18 bulan hingga duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD).

“Selain itu, jika menemukan kasus baru di masyarakat, diharapkan masyarakat untuk segera melaporkannya agar mendapatkan penanganan yang tepat,” imbuhnya.

Humas RSUD dr Slamet Garut, Muhammad Lingga Saputra, mengatakan satu pasien difteri atas nama Aidah dinyatakan meninggal pada Minggu (10/12) kemarin setelah sempat menjalani perawatan di RSUD dr Slamet.

“Betul kemarin ada pasien difteri bernama Aidah, warga Kecamatan Pakenjeng  meninggal dunia. Pasien itu sempat dirawat di ruang Puspa sejak beberapa hari lalu. Tapi pada hari Minggu kemarin meninggal,” ucapnya.

Menurut Lingga, pasien tersebut baru diketahui positif menderita difteri pada Kamis (7/12/2017) setelah mendapat penanganan dari dokter. Namun kondisi pasien terus menurun dan tak bisa bertahan.

Diungkapkan, dengan meninggalnya pasien difteri asal kampung Ngamplang, RT 01 RW 05, Kecamatan Pakenjeng tersebut, maka total sudah ada tiga warga Kabupaten Garut yang meninggal dunia karena wabah difteri.

“Ya totalnya sekitar tiga orang dengan yang meninggal sebelumnya,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*