Polisi Ciduk Penyebar Hoax Ustaz Dibacok di Bogor

Perburuan polisi terhadap pelaku penyebar Hoax tentang adanya pembacokan seorang Ustad bernama Sulaeman di Cigudeg, Kabupaten Bogor, sehingga menjadi viral di media sosial (Medsos) akhirnya membuahkan hasil.

Pelaku penyebar Hoax yang berinisial W diciduk jajaran Kepolisian Resort (Polres) Indramayu dan terancam Undang-Undang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tahun 2006 dengan hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp1 Miliar.

Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin mengatakan, bahwa pelaku ini bukanlah orang pertama yang menyebarkan berita bohong tersebut. Namun, ia hanya menyebarkan saja kabar tersebut melalui posting-an di akun Facebook.

“Pelaku berinisial W kita amankan terkait posting-an yang menyatakan ada ustadz di Bogor dibacok dan itu ternyata berita hoaks atau bohong,” katanya.

Kapolres menambahkan, dengan tertangkapnya W diharapkan menjadi pembelajaran untuk masyarakat agar pintar dalam memilah dan memilih berita yang didapat dan jangan langsung menyebarkannya ke khalayak tanpa dasar dan kebenaran berita yang jelas.

“Jangan sampai menyebarkan berita bohong atau hoaks. Ini jadi pelajaran bagi kita, manakala kita menerima informasi yang terdapat dari media sosial itu tentunya harus kita kroscek terlebih dahulu. Ketika menyebarkan berita-berita yang bohong tentunya ada sanksi hukumnya,” tambahnya

Sementara itu, W pelaku penyebar Hoax mengaku menyesal telah menyebarkan berita hoaks dan tidak akan melakukan perbuatan itu kembali.

“Saya menyebarkan ketika membaca di Facebook, saat ada berita pembacokan kepada ustadz, lalu saya emosi lalu, dan saya sebarluaskan dengan akun Facebook istri saya,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*