Konsep Dan Jati Diri Wirausaha Menurut Ade Rukmana S.T, M.M

Jabar Online (Bandung)-, Kehadiran wirausaha sangat dibutuhkan di masyarakat. Karena dengannya akan terserap para pencari kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hari ini Jurnalis Jabar Online berhasil mewancarai wirausaha muda yang bergerak dibidang kuliner dan jasa. Pengalamannya sangat menarik dan unik untuk menemukan jati dirinya sebagai wirausaha. Berikut isi interaktif bersama Ade Rukmana S.T, M.M tokoh wirausaha:

1.Usaha apa saja yang saat ini sedang dijalani?

Usaha dibidang jasa dan kuliner. Ada beberapa titik lokasi strategis tempat usaha. Diantaranya, Kantin UPI Bandung, Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Jawa Barat, STIKES Bina Bakti, Polda Jawa Jawa Barat, Kawaluyaan kantor Samsat Bandung, dan Pasar Gede Bage.

2.Untuk berwirausaha ada berapa karyawan untuk menjalankan usaha itu?

Ada 8 orang yang fokus dibidangnya masing-masing, 4 orang khusus bidang jasa, 15 kuliner sudah termasuk SPG. Rata-rata usaha ini omsetnya Rp.1 juta hingga 1,5 juta perhari, untuk kuliner, misalnya Bubur Merah Putih, dan untuk kantin Rp.500-750ribu perhari.

3.Bagaimana cara agar sukses menjadi wirausaha?

Dengan memperbaiki ahlak, pola pikir dan prilaku sehari-hari. Karena ahlak akan mencerminkan jiwa wirausaha, yaitu “jiwa yang besar untuk membangun usaha yang besar“

4.Ceritakan pengalaman susah payah atau indahnya menjadi wirausaha?

Pada tahun 2009, saya terjun ke dunia wirausaha. Berawal dari membuka kuliner Juz, berjalan dan meluas hingga 26 cabang. Namun karena takdir, usaha ini gulung tikar/merugi pada ujungnya.

Hikmahnya muncul kesadaran, bahwa “Bisnis merupakan proses belajar, bukan mengejar target atau kekayaan. Tapi berbisnis adalah proses memperbaiki diri untuk menjadi contoh, teladan bagi rekan-rekan dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya“

Selanjutnya agar rintangan saat berbisnis bisa dihadapi, maka perlu wirausaha itu memiliki karakter tidak mudah menyerah, jangan putus asa, tetap ihtiar, dan banyak berdoa.

Dan pada ahirnya, wirausaha menemukan jati dirinya. Bahwa, “Alloh SWT, pemilik sumber rizki. Sehingga dengan keyakinan itu, bisnis tidak akan melalaikan ibadah, justru akan menumbuhkan semangat ibadah. Dengan kesadaran ini, Inshaalloh akan dipermudah segalanya“

Agar bisnis berjalan mengikuti jaman. Maka wirausaha harus melakukan inovasi dan ekpansi. Contohnya bisnis “Bubur Ayam Merah Putih“. Hasil inovasi, dengan memadukan antara beras merah dan putih, lalu dilengkapi gurihnya daging ayam, kacang, kerupuk, dan penyedap rasa. Dengan penampilan yang menarik akan mempengaruhi konsumen untuk menikmati.

Intinya dari pengalaman selama ini. Saya menemukan jalan, “Kalau dulu mencari-cari sesuatu, diawal niat berbisnis. Saat ini harus berbagi sesuatu untuk suksesnya bisnis“ _

 

 

 

Jurnalis: Diki Perdana

Redaktur:Dwi Arifin S.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*