Sastra

Komunitas Aksara Kelas Launcing Buku Elegi Hemotesis

BOGOR – Bertempat di Rumah Baca Sang Pembelajar. Komunitas Aksara Kelas yang digawangi Akew Launcing buku antologi puisi. Acara yang diawali dengan pembacaan puisi Teguh Syafaat berlangsung santai namun penuh makna. Hadir dalam acara Mukodas Sinatrya dan Wildan F Mubarock sebagai pembedah buku. Jika terus diasah para penulis puisi bakal jadi penyair, ujar Wildan Sejalan dengan Wildan, Mukodas mengapersiasi puisi ...

Read More »

Wildan F Mubarock: Penulis yang Bercita Cita jadi Hokage

Saya menulis agar abadi dan membaca sebagai ketaatan kepada sang pencipta, jelas wildan pada jabaronline.com saat ditanya alasan menulis. Pria yang sedang menggarap catatan harian sang pembela calon wakil walikota Bogor ini mengaku sangat mengidolakan Buya Hamka. Yang aneh. Wildan ternyata tidak bercita cita jadi penulis. Saya menulis sarjana karena saya mengajar mata kuliah apresiasi dan kajian prosa fiksi. Saya ...

Read More »

Wildan Gandeng Mahasiswa FKIP Unpak Lanjutkan Kisah Sarjana di Tepian Baskom

Sarjana di Tepian Baskom maha karya Wildan F Mubarock bakal hadir kembali dengan sampul berwarna putih. Pria yang humoris ini mengajak mahasiswa kelas Menulis Kreatif Sastra untuk melanjutkan kisah sarjana di tepian baskom. “Ada dua bab tambahan karya mahasiswa” saya ajak sebagai pengalaman nyata untuk terjun dalam dunia menulis” jelas Wildan di rumah baca sang pembelajar. Warna putih dipilih setelah ...

Read More »

Sarjana di Tepian Baskom

Terkadang kita lupa ingin menjadi siapa di dunia ini. Terkadang kita amnesia sedang menjalankan peran apa di kehidupan ini. Terkadang kita pura-pura lengah bahwa hidup adalah perjalanan dengan henti. Maka Sarjana di Tepian Baskom menjadi pengukuh untuk teguh pada jalan yang ditempuh. – Divia “Veliaris” Uzukriyah (cerpenis & mahasiswa FKIP Universitas Pakuan, Bogor) Cita-cita…. Kata yang selalu menjadi penyemangat kita semasa ...

Read More »

Antologi Puisi Karya Yogen Sogen

Konspirasi Cerutu dan Tuhan oleh: Yogen Sogen   Tiada hari kabar tandus menderap di bibirmu yang bersimbah debu menyebut Tuhan telah mati di negeri ini   Kau Tuhan dalam dadamu yang membakar cerutu Ketika asap logikamu pengap Katamu tuhan ada di sampingmu Juga dalam cerutu Yang menciptakan kita dalam sebuah asap di warung  remang   Begitu gemilang dan rindang bibirmu ...

Read More »

Lingga Anakku!

Lingga anakku! Aku ingin engkau menjadikan hidup sebagai tanah yang subur, ruang yang terang dan lapang, tempat kehidupan bertumbuh dan berkembang, tempat kehidupan menemukan nasibnya yang terang dan lapang. Tentu saja bukan hanya untukmu dan duniamu, melainkan untuk dunia di sekitarmu, dunia tempat kita menyalakan kegembiraan, meredupkan kesedihan. Lingga anakku! Tuhan menciptakan kita ada bukan hanya untuk kita dan tentang ...

Read More »

Sajak Orang Kampung Karya Yogen Sogen

Anjing Rumah, Purnama Dan Sejarah Oleh : Yogen Sogen   Di tungku purnama itu Seekor anjing rumah meresapi belaian sepi di bawah kaki purnama, Menenun sajak yang menggonggong degup temaram dalam teka teki penuh kebatilan Anjing rumah itu menundukkan kepalanya di bawah purnama yang pasi Sedangkan empunya merenggut asa menikam malam dengan sebilah puisi yang menderap menuju entah pada mozaik ...

Read More »

Puisi Karya Ichbal Majoraharmony

Mengetik… Ichbal Majoraharmony   Ibu jari kini mampu bercerita Bahkan menghadirkan cinta Untaian kata, ungkapan hati yang mendalam Menghayati setiap aksara   Fungtuasi menjadi sebuah ekspresi Gambarkan keselarasan hati Senyum, tawa, murung, menangis Menghayati setiap mimiknya   Bogor, 2017   Salah Sambung Ichbal Majoraharmony   Harapan Menjelma angin segar bagi perindu Yang kehilangan jarak dan waktu Yang semakin menjauh dari ...

Read More »

Cerpen “Aku dan Kamu” Karya Muhammad Ichbal Tawakal

Aku dan Kamu Aku dan kamu memang berbeda : aku perempuan dan kamu laki-laki, aku cantik dan kamu tampan,  aku suka kucing dan kamu suka anjing. Satu hal yang sama dalam diri kita : kita sama-sama sepi, hanya berbeda dalam merayakannya. Aku merayakan sepiku dengan mewah dengan kesibukan yang menggila dan hura-hura. Setidaknya orang lain tidak tahu bagaimana sepiku.  Kamu ...

Read More »

Puisi ; Puji Cahyati

Merumput Rubrik Bagaimana adanya saat ini? Minyak curah bercecer pada tapak kaki, tapak tangan, bahkan tertelan Terinjak kaki-kaki pembual Terpeper tangan-tangan kelancungan Menelan bahkan memuntahkan makanan seharian Bagaimanakah adanya saat ini? Ya, tiang pancang terasa roboh Rumah-rumah terasa pincang Taman tiada berbunga Tiada berpohon Tiada berbuah Lalu, bagaimanakah cara bercakap? Hei tuan, hei nyonya Bisakah kau rendahkan suaramu Dihadapmu sedang ...

Read More »