Sastra

“Bebegig” sebuah Cerpen Karya IIS W

Benda-benda itu sudah berbaris rapi di hadapan mang Rukanda. Ada seikat besar jerami dan rumput-rumput kering. Ada sebonggol bambu betung sepanjang hampir dua meter, baju bekas, juga cetok[1]. Ada juga sebilah kayu selebar lima sentimeter dengan panjang kira-kira satu meter. Semua itu disiapkan untuk membuat bebegig. Sebenarnya sudah tiga bebegig yang dibuat Mang Rukanda. Bukan, bukan untuk dijual, karena di ...

Read More »

YOGEN SOGEN ; NYANYIAN SAVANA

Jutaan Puisi Mati dalam Tubuh Gerimis yang Sunyi   Oleh: Yogen Sogen   1/ Puisi telah mati dalam gigil sunyi Puisi telah terkapar dalam gerimis yang angkuh Puisi telah pudar berjalan semakin menjauh Puisiku kini serupa orang gila yang tertawa sepi dalam jalan-jalan manusia   (mendekat menjauh dicaci maki lari pergi hilang sendiri)   II/ Seperti musafir tanpa kompas didadaku ...

Read More »

JALAN PUISI; JALAN MUSYI MAMAN S MAHAYANA

Nusantara, dalam konteks kesukubangsaan, dapat dimaknai sebagai wilayah etnik, wilayah budaya, bahkan juga wilayah politik. Kehadiran bahasa persatuan tidak berarti menafikan keberadaan bahasa daerah, melainkan mengakuinya. Meski yang menjadi bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia. Dengan begitu, pertanyaan “menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia” seketika menjadikan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi antar suku bangsa dan sekaligus juga berupaya mengatasi bahasa-bahasa etnik. Perkenalan ...

Read More »

POTRET SOSIAL NOVEL SANG PEMBELAJAR

Kepercayaan bahwa sastra adalah rekaman sebuah zaman masih kuat dalam keyakinan masyarakat dan para peneliti sastra. Maka dari itu tak heran bahwa setiap karya sastra akan merefleksi kembali kejadian sosial atau menjadi sarana dokumentasi serta potret sosial di sebuah zaman. Dan itu bisa dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan data-data empiris dan historis.             Pada bagian ini, akan diuraikan bagaimana merasuknya ...

Read More »

KUMPULAN PUISI KARYA MAX ERWIN & RAHMAT HALOMOAN

Kabari Aku Kabarku Kabarku tak pernah mengabari aku Tentang kabarku Tentang persemayaman seorang bidadari Tentang terbang tinggi seekor merpati Dan Tentang singgasana jiwa setelah mati Kabarku tak peduli Akan kabarku Akan belati yang merajah jantung Akan peluru yang menembus lambung Dan Akan gravitasi bumi yang menukik turun Kabari aku kabarku Bila bidadari tengah terkulai dalam sepi Kabari aku kabarku Andai merpati tengah ...

Read More »

Sarjana Di Tepian Baskom, Sebuah Representasi Kritis Kehidupan Masa Kini

Barangkali pengalaman memang merupakan salah satu referensi positif dalam menulis. Banyak buku-buku atau tulisan-tulisan yang dihasilkan dari pengalaman penulisnya sebut saja Tetralogi Laskar Pelangi yang merupakan mozaik dari kehidupan Andrea Hirata. Setali tiga uang dengan itu, Sarjana Di Tepian Baskom lahir sebagai bingkai dari pengalaman penulisnya yaitu Wildan Fauzi Mubarock. Dosen yang aktif di FKIP Universitas Pakuan ini sudah memulai ...

Read More »

Tiga Cahaya Lilin

Secercah cahaya yang menyinari kegelapan Menciptakan kekuatan tuk meraih jalan menuju surga-MU Hentakan kaki yang dulu hanya halusinasi Mencoba tuk membuka pintu cahaya Tiupan  Angin kencang terus membelai cahaya Tuk memadamkan kekuatan sinar agar kegelapan terus menyelimuti Satu . . . . Dua . . . . . . . . . . . . Tiga . . . . ...

Read More »

Pengertian Prosa dan Prosa Fiksi Menurut Para Ahli

Gambar dari http://sepatuterakhir.com Pada pos sebelumnya saya sudah membahas tentang pengertian sastra menurut para ahli. Sastra sendiri dibagi menjadi dua yaitu prosa dan puisi. Perbedaan prosa dan puisi sendiri terletak pada keterikatannya. Bila prosa merupakan tulisan sastra yang bebas, maka puisi adalah karya sastra yang bentuknya terikat. Kali ini saya akan membahas tentang prosa. Pengertian prosa menurut para ahli dan ...

Read More »

TANGISAN KERINDUAN

TANGISAN KERINDUAN Daun berbisik tengah malam Menyampaikan pesan tersirat rindu Rindu yang tak kunjung memadam Tak kuat mengenang masa laluku bersamamu Engkau membangunkanku untuk beribadah Ku tunggu hari berikutnya Ku usap air mata sambil menunggu kedatanganmu Ku pandang fotomu sambil tersenyum   Namun langkah kakimu tak kudengar Suaramu, amarahmu, nasihatmu menghilang ditelan bumi Aku ikhlas melepas kepergianmu Keharumanmu telah mengubah ...

Read More »

Harapan di Tengah Senja

Jantungku diterpa suasana DAG DIG DUG. Sebentar lagi sejarah baru akan ku ukir. Aku akan jadi seorang novelis. Sudah setahun ini konsentrasiku kucurahkan untuk menulis novel. Novelku yang berjudul “Harapan di Tengah Senja” ku ikut sertakan dalam Sayembara penulisan novel yang diselenggarakan Dewan Kesenian Kota. Hari yang kutunggu-tunggupun tiba. Malam puncak sayembara penulisan novel. Aku sangat antusias. Aku yakin benar ...

Read More »