Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan sidak ke PT Catur Mitra Truma

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan sidak ke PT Catur Mitra Truma yang berlokasi di Kampung Tanggulun, Desa Cariu, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor terkait limbah yang masuk ke sungai Cibeet pada hari Selasa (23/10) lalu.

Pada kesempatan itu DLH didampingi oleh Pihak Kecamatan Cariu, Satgas Lingkungan Hidup, Kepala Desa dan PDAM Tirta Kahuripan, Jum’at (31/10/28). Masalahnya, hujan lebat pada September 2017 dan 23 Oktober 2018 lalu berdampak pada air kali Cibeet tidak bisa menjadi air baku PDAM Tirta Kahuripan.

Tidak hanya itu, ikan secara alami mati dan adanya ganguan terhadapa polusi udara.
Dalam sidak tersebut Dinas Lingkungan Hidup menemukan penampungan air limbah yang tidak dapat menampung air hujan ketika masuk sehingga dapat meluap ke saluran drainase air hujan. Pintu air saluran limbah terhubung dengan saluran drainase air hujan.

Kemudian, ditemukan timbunan kohe dibeberapa titik di dalam saluran drainase air hujan. Di kolam penampungan air limbah kohe terakhir, muka air limbah tingginya hampir sama dengan tanggul pembatas. Lalu, adanya informasi pipa paralon yang terkubur, diduga sebagai saluran pembuangan limbah yang langsung dibuang ke anak sungai Cibeet. Setelah dicek lapangan tidak terbukti, pihak DLH mengambil sampel air sungai kali Cibeet untuk diuji Lab.

Menanggapi hal tersebut, Pengelola PT Catur Bambang membenarkan adanya limpasan air yang mengalir ke sungai Cibeet karena hujan yang mengguyur pada tanggal 23 Oktober 2018 lalu merupakan kejadian alam yang tidak bisa dibantahkan. “Sehingga membuat penampungan kotoran sapi luber dan tidak tertampung limpas ke sungai,” kata Bambang.

Dengan demikian, ia selaku pengelola meminta maaf kepada masyarakat dan pihak-pihak yang dirugikan dan ia siap memperbaiki fasilitas yang ada.

Komentar