BIOSKOP KELILING DITJEN KEBUDAYAAN KEMDIKBUD

(Jabar Online)-, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI sebar 105 mobil bioskop keliling ke seluruh provinsi di Indonesia. Program bioskop keliling ini sudah digelar kemendikbud sejak tahun 2012 lalu dengan tujuan untuk penguatan karakter dan rasa nasionalis masyarakat Indonesia.

“Sasarannya adalah masyarakat yang berada di kawasan terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) yang tersebar mulai dari Aceh hingga Papua,” ungkap Kepala Bagian Umum dan Kerjasama Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud RI, Ahmad Mahendra saat dihubungi via telepon selulernya, Jumat (11/5).

Dikatakan, salah satu tujuan dari penyebaran mobil biskop keliling ke setiap daerah, selain untuk menanamkan nilai kebersamaan, juga untuk mengkonter isu-isu atau berita Hoax. Mobil bioskop keliling memutarkan film-film tentang pendidikan karakter dan nasionalisme, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Intinya kita ingin ada kebersamaan dan silaturahmi antar masyarakat melalui nonton bersama biskop keliling. Sebelum pemutaran film, kita rangkai kegiatan ini dengan pengetahuan tentang nilai-nilai budaya bangsa, persatuan, nasionalisme, sehingga bisa mengkonter berita-berita hoax,tambahnya.

Sedangkan mengenai film yang ditayangkan, lanjut dia, adalah film-film yang pernah tayang di bioskop, ada yang bergenre drama, komedi, bahkan dokumenter serta pendidikan. Film-film yang diputar melalui bioskop keliling sudah melalui proses seleksi, dipilih film-film yang mengandung tema pendidikan karakter sesuai dengan maksud dan tujuan program bioskop keliling Ditjen Kebudayaan, Kemdikbud.

Sementara untuk wilayah Jawa Barat sendiri, menurut Ahmad Mahendra, sejumlah kabupaten sudah disambangi mobil bioskop keliling, seperti Kabupaten Cirebon, Bogor, Kuningan, Cianjur, Subang dan lainnya. Rencananya pihaknya pun akan menyambangi sejumlah daerah di kawasan Pantai Selatan Jawa Barat sebagai perwujudan dari tujuan diadakannya program bioskop keliling dengan sasarannya masyarakat yang berada di kawasan 3T yang tidak memiliki akses ke bioskop.

“Kita akan bergerak ke kawasan pantai selatan Jabar. Saat ini masih dilakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar rencana tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran serta tercapai maksud dan tujuannya,” ujarnya.

Korban Bencana

Ahmad Mahendra pun menyebutkan, untuk saat ini mobil biskop keliling tengah berusaha untuk bisa berperan aktif dalam rehabilitasi masyarakat yang daerahnya sedang mengalami bencana alam maupun bencana lainnya (tempat pengungsian, red). Hal itu dilakukan, selain untuk menghibur warga yang tengah terkena bencana juga untuk membantu proses pemulihan mental, sosial, dan psikologis masyarakat.

“Ke depan, rencananya kita akan bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI, agar keberadaan mobil bioskop keliling yang tersebar di banyak daerah bisa dimanfaatkan dan dirasakan pula oleh warga yang terkena bencana. Mereka butuh dibantu untuk proses pemulihan,” katanya.

Dari hasil evaluasi sejak 2012 hingga saat ini memang program ini belum berhasil 100% mengingat sasarannya adalah kawasan 3T yang aksesnya relatif sulit untuk dijangkau. Akan tetapi setiap tahun, program ini grafiknya selalu meningkat.

“Artinya keberadaan program mobil bioskop keliling di masyarakat kawasan 3T sangat diharapkan kehadirannya sebagai sarana hiburan dan sarana pendidikan,” tandasnya.

(Dwi Arifin S.Pd)

Komentar