Ini Kata Pakar Terkait Orang Gila Teror Ustad di Jabar

Pengamat politik Universitas Pendidikan (UPI) Karim Suryani menduga ada aktor intelektual di balik teror orang gangguan jiwa yang terjadi belakangan ini di Jawa Barat.

“Saya yakin ini bukan situasi alamiah, tapi ada operasi senyap di balik itu. Bisa jadi pula ini sebagai alasan membenarkan mengangkat Pj gubernur dari polisi,” kata Karim saat dihubungi via telepon genggam, Jumat (9/2/2018).

Ia mengatakan teror yang terjadi terhadap tokoh agama dan pesantren menunjukkan adanya upaya mengusik simbol-simbol Islam. Hal itu tentunya menimbulkan reaksi masyarakat Jabar yang dikenal religius dan mayoritas muslim.

“Meskipun mayotitas Sunda, tapi lebih mayoritas lagi mencintai Islam. Ini menjadi isu sensitif ketika simbol Islam diusik. Yang mengusik ini bisa memunculkan sentimen keislaman, atau memunculkan anti Islam atau memecah belah,” tutur dia.

Menurutnya bila persoalan teror terhadap masyarakat khususnya tokoh agama dibiarkan maka akan muncul konflik akibat propaganda hitam. Sebab, sambung dia, isu-isu teror yang terjadi saat ini bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidakbertanggungjawab.

“Apabila sebuah ketidakpastian dibiarkan dengan informasi yang tidak memadai, maka propaganda hitam akan bermain di sana. Jangankan berita benar, hoax atau fake news pun akan dipercaya masyarakat,” ungkap dia.

Ia meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas teror orang gangguan jiwa ini. Sebab, sambung dia, dikhawatirkan persoalan ini terus berkembang.
“Masyarakat juga harus berperan dalam situasi ini, polisi tidak bisa bergerak sendirian,” ucap dia.

Kendati berpotensi terjadi konflik, kata dia, ia memprediksi tidak akan mengganggu pelaksanaan Pilkada serentak 2018. Sebab, sambung dia, masyarakat Jabar sudah semakin dewasa dalam berdemokrasi.

“Masyarakat Jabar tahu bagaimana cara menghadapi Pilgub Jabar. Meskipuun kejadian ini mengganggu konsentrasi, tapi ini membuat masyarakat lebih hati-hati lagi,” kata Karim.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*