Digital Camera

Kisah Duta Perpustakaan Raih Beasiswa S-2 Dari LPDP

(Bandung)-, Budaya baca yang menjadi karakter seseorang sangat berpengaruh postif dan prestatif untuk generasi muda. Buda baca menjadi pintu utama untuk membuka peluang dan meraih cita-citanya. Seperti yang dialami oleh Yuliana Duta Perpustakaan Jawa Barat tahun 2017.

Setelah menjadi Duta Perpustakaan, Yulian menceritakan dan membagi ilmu dibidang literasinya kepada generasi muda hingga orang tua. Beberapa hari yang lalu Yuliana hadir sebagai narasumber dengan para peserta ibu-ibu PKK desa. Walaupun belum memiliki pengalaman menjadi narasumber dengan para peserta Ibu-Ibu, Yulian tetap tampil penuh inspiratif dan rendah hati. Karena Yuliani meyakini bahwa dirinyalah yang harus belajar kepada para Ibu-Ibu PKK. Hanya saja hari ini saya ditugaskan untuk berbagi ilmu kepada ibu-ibu dari pengalaman menjadi Juara 1 Duta Perpustakaan Jabar 2017.

 Saat menjadi narasumber ada pihak peserta mempertanyakan tentang bagaimana menumbuhkan minat baca dan mudah menghafal?

 Yuliana menjawab dengan sistematis dan bercerita panjang tentang awal mula budaya baca menerap pada dirinya.

 Dulu masa kecil, Yuliana masih inget, sering tidak boleh nonton TV, sebelum banyak membaca. Terus ditarget harus nilai 10 dan juara kelas. Sempat pernah tidak diambilkan rapot karena, orang tua kecewa Yuliana ada nilai sembilan dan juara kelas diraih sama siswa lain. Ini proses yang membentuk pribadi saya dimasa kecil dan hingga dewasa ini. Budaya baca yang ada dalam diri memudahkan untuk berprestasi.

 Selanjutnya Yuliana juga berbagi tips agar mudah menghafal. Intinya kita harus tau dulu cara menghafal seperti apa yang kita suka, dengan melihat gambarkah, menuliskan atau mempraktekan dengan mempresentasikan. Kalau Yulina, mudah menghafalnya itu dengan bergerak seperti mengajar anak-anak, ini cara menghafal jenis psikomotorik.

 Yuliana juga bercerita tentang sahabatnya di Duta Perpustakaan, namanya Ka Iden, beliau ketua Paguyuban Duta Baca. Gemar membacanya sejak masa kanak-kanak, sering menemukan tulisan dibungkus gorengan, tulisan itu dia baca. Dari proses hobi membaca inilah dia dipermudah dengan ilmunya yang diperoleh untuk lolos beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

(Jurnalis: Dwi Satrio Arifin S.Pd)

Komentar