Leader, I Will Be Waiting….

Cast                : Suho EXO-K
                                      Cho Aira
Cameo Cast   : EXO member
Genre             : Romance
PG                  : 15+
Lenght            : Oneshoot


Author POV
Akhir Desember 2011 SM Entertainment mengumumkan akan membentuk satu group boyband baru yang akan dipecah menjadi 2 kelompok Korea dan Cina. Secara bertahap seluruh anggota EXO diperkenakan melalui teaser video di chanel resmi youtube EXO. Member pertama EXO bernama Kai diperkenalkan 22 Desember 2011. Berturut-turut sampai 27 Januari 2012 kedua belas anggota EXO diungkapkan SM Entertainment dalam video teaser secara berurutan diantaranya Lu Han, Tao, Chen, Sehun, Lay, Xiu Min, Baek Hyun, D.O, Suho, Kris dan Chanyeol.
Setelah meluncurkan perkenalan member dengan 23 Teaser video, pada tanggal 30 Januari 2012 EXO merilis video prolog berjudul “What Is Love” sekaligus mengungkapkan pembagian kelompok, dimana member Suho akan menjadi leader untuk EXO-K dan Kris memimpin untuk EXO-M. 8 Maret 2012 EXO merilis prolog kedua mereka berjudul “History”. 
31 Maret – 1 April 2012 EXO memulai debut musik pertamanya dengan menggelar Showcase di Korea dan Cina. Sesuai dengan moto kelompok yang disebutkan SM Entertainment “EXO-K dan EXO-M adalah boy band baru yang akan memimpin industri musik dunia mulai sekarang! Mereka memulai debut di hari dan jam yang sama dengan lagu-lagu yang sama di China dan Korea. EXO merilis mini album berjudul “MAMA” pada tanggal 9 April 2012.
sumber: google.com
Seorang namja bertubuh tinggi sedang membaca koleksi artikel yang ada di depannya. Berbagai artikel, majalah, serta tabloid tersusun rapi di meja tersebut. Ia melihat-lihat semua koleksi tersebut dan tersenyum simpul saat menyadari isi koleksi tersebut sebagian besar berisi tentang EXO selanjutnya Shinee dan terakhir Super Junior.
Setelah puas melihat-lihat tumpukan-tumpukan tersebut, namja berkulit putih itu pun menyandarkan punggungnya di sandaran kursi yang sedari tadi didudukinya. Kemudian memejamkan mata dan bernafas dengan teratur mencoba untuk mulai menenangkan dirinya dari berbagai pikiran yang selama ini menggema di kepalanya
“Aku bingung” ucapnya sambil tetap memejamkan matanya.
Author POV End

Su Ho POV
“Aku…. bingung….” ujarku saat berada di apartementnya. Setiap ada masalah aku selalu datang padanya dan mengeluarkan semua kepenatanku
“Apanya yang bingung Oppa?” tanyanya tanpa melihatku yang kini tengah duduk di depan ruang TV sementara ia masih berkutat dengan kegiatannya di meja makan.
“Mereka bilang EXO copas dari Suju dan Shinee, tidak ada ciri khas yang bisa membedakan kami dengan boyband senior itu” ujarku membuka mata dan memulai cerita. Sementara Ia sudah selesai dengan pekerjaannya, menata masakan di meja makan dan duduk di kursi.
“EXO kan jumlahnya 12, terus kalian dibagi 2 sub EXO-K dan EXO-M. Masing-masing sub ada leadernya, EXO-K kamu Oppa, dan EXO-M itu Kris. Bukankah itu sudah menjadi ciri khas? Lantas, apa yang membuat Oppa merasa bingung?” katanya mulai larut dalam pembicaraan di sore hari ini.
“Katanya jumlah EXO banyak sama seperti Suju dan gaya dance kami juga mirip dengan Shinee”
“Memangnya siapa sih yang mengatakan EXO itu copas dari Suju dan Shinee?” tanyanya menghampiriku dan duduk di sampingku.
“Salah satu pendengar Radio” kataku. Aku pun mulai menceritakan kembali tentang kejadian tadi siang saat EXO menjadi bintang tamu di acara Sukira, Radio milik Sunbaeku, Suju. Di sana salah satu pendengar menelepon dan bertanya mengenai EXO, awalnya memang hanya menanyakan keseharian kami namun pertanyaan mulai berlanjut pada eksistensi kami. Banyak pertanyaan yang dilontarkan mengenai perbedaan EXO dan boyband lainnya dan aku pun menjelaskan dengan santai, namun saat disangkutpautkan dengan Boyband Suju dan Shinee aku mulai kehabisan kata-kata.
Flasback on
“Jujur, aku suka musik kalian, apalagi saat mendengar suara D.O. Aku pun mulai mencari tahu tentang kalian. Mulai dari profil hingga keseharian kalian. Namun setelah aku pelajari, kalian itu mirip seperti Suju dan Shinee yang sedang digabungkan. Kuperhatikan jika kalian manggung aku seperti melihat Suju dan Shinee”
“Mwo? tapi EXO tetaplah EXO”
“Ia aku tahu, tapi yah begitulah, sampai sekarang ini aku belum menemukan perbedaan diantara EXO dengan boyband sunbae kalian. Mian jika yang kukatakan tidak tepat” tambahnya.
“Nde, arasseo. Setiap orang mempunyai pendapat yang berbeda, begitu juga denganmu. Kamsahamida sudah mengungapkan pendapat tentang kami.”
“Aku harap kalian bisa mempunyai ciri khas sebagai boyband baru dan menghilangkan bayang-bayang para sunbae kalian”
“Ne, kamsahamida”
flasback off

Su Ho POV
“Entahlah, di sini aku sebagai leader. Tapi aku bahkan tidak bisa membalas perkataan penelepon tadi. Aku hanya bisa menghindar dari pernyataannya” ujarku mulai menjelaskan inti masalahku.
“Menurutku itu jawaban yang cukup baik Oppa” katanya dengan nada yang datar. Aku tahu ia pasti akan menanggapi dengan kata yang demikian.
“Tapi tetap saja aku tidak bisa mematahkan pendapatnya. Padahal di boyband ini aku adalah leader. Tapi aku tidak bisa melakukan hal sekecil itu untuk membela boyband dan para dongsaengku” keluhku lagi.
“Hey, Leader EXO-K! Pernyataan yang tadi kamu katakan saat di radio Sukira itu memang sudah bagus. Jadi tidak udah dipusingkan” sanggahnya dengan alis yang sedikit dinaikkan.
“Aku…. apa pantas menjadi leader? Aku takut tidak bisa menjalankan tugasku dengan baik” kataku menumpahkan isi hatiku yang selama ini kututupi, bahkan kututup rapat-rapat meski itu di depan para dongsaengku.
“Tidak akan ada asap kalau tidak ada api, begitu pula dengan Oppa. Mereka tidak akan memilih Oppa sebagai leader kalau tidak ada sebabnya. Oppa harus percaya pada kemampuan Oppa sebagai leader” ujarnya.
Su Ho POV End

Cho Aira POV
“Tidak akan ada asap kalau tidak ada api, begitu pula dengan Oppa. Mereka tidak akan memilih Oppa sebagai leader kalau tidak ada sebabnya. Oppa harus percaya pada kemampuan Oppa sebagai leader” kataku mencoba untuk meredamkan gejolaknya. Aku tahu tugasnya sebagai leader memang berat. Ia harus bisa terlihat baik-baik saja di depan para dongsaengnya, Ia harus sebijaksana mungkin mengambil keputusan untuk boyband ini, Ia harus berkelakuan sesopan mungkin di depan para sunbaenya, terlebih aku tahu, ia lelah jika harus selalu meladeni para fans yang selalu bertanya tentang EXO, padahal yang ditanyakan mungkin lebih banyak tentang para dongsaengnya. Namun, ia tetap berusaha bersikap sebaik mungkin agar bisa mempertahankan hati para Exo-L.
“Oppa, justru karena kamu leader, kamu harus tampil dengan sebaik mungkin. Hadapi segala cobaan yang ada di depan, para dongsaengmu itu sangat tergantung padamu. Mereka benar-benar menjadikanmu bukan hanya sebagai Hyung, tapi justru sebagai Appa. Bersikaplah sebijaksana mungkin, Oppa”  tambahku lagi.
Kulihat ia sedang berpikir, mungkin mempertimbangkan apa yang baru saja kukatakan. Tak lama ia mendongakkan kepalanya kemudian menatapku dan tersenyum. Ah, aku sangat suka sekali melihat senyumnya. Ia terlihat sangat tampan jika sudah tersenyum seperti itu.
“gomawo, chagi…” katanya lalu menghampiriku yang sedang duduk di meja makan dan duduk disampingku kemudian mengenggam tanganku. Aku pun menggengaman tangannya dan membalas senyumnya. Ya Tuhan, semoga senyum itu akan selalu setia mendampinginya. Aku yakin, masalah yang akan dihadapinya kelak jauh lebih besar dari pada ini.
“Nado, Oppa….” jawabku kemudian melepaskan genggaman tangannya dan mulai mengambil makanan yang ada di depan meja.
“Kajja kita makan” ajakku kemudian ia pun menurut dan mulai mengambil masakan yang telah kubuat ke piringnya. Aku memperhatikan kegiatannya, jika kuingat-ingat, ini adalah pertama kalinya ia akan makan bersamaku. Padahal setiap ia datang ke aparrtement aku selalu memasak untuknya tapi tak pernah ia makan karena selalu saja ia segera pulang untuk mengurus kembali EXO dan para dongsaengnya. Semoga hari ini dia akan memakan masakanku sampai habis.
ddrrrrttt drrttt….
I lost my mind neoreul cheoeummannasseulttae
Neo hanappaego modeungeoseun get in slow motion
Naege malhaejwo ige sarangiramyeon

Maeilgeudaewa sumanheun gamjeongdeureul nanwojugo baewogamyeo
Ssaugo ulgo anajugo
Naege malhaejwo ige sarangiramyeon

Sesangnamjadeul modu nalbureowohae
Neoreul gajin naega jiltuna jukgennabwa
Ponselnya berdering, tanpa panggilan masuk untuknya. Ia pun sontak menghentikan aktivitasnya kemudian mengambil ponselnya yang ada di meja dan menjawabnya.
“Yobseo…” sapanya saat menjawab panggilan telepon.
“…………..”
“Baik, secepatnya Hyung ke sana. Kalian baik- baik di sana ne…” jawabnya kemudian mematikan telepon dan memasukannya ke sakunya. Aku tahu, jika sudah begini, Ia pasti akan langsung pulang tanpa makan dulu.
“Chagi, mianhe… Aku harus pulang ke dorm” katanya menatapku dengan tatapan mata yang memohon. Ini sudah menjadi hal yang sangat biasa, jadi tak kan kupersoalkan. Memang ini resiko yang harus kujalani untuk hubungan ini.
“Nde arasseo” kataku sambil tersenyum. Setelah itu ia langsung mengambil tasnya dan bersiap untuk pulang. Aku pun bangun dari kursi dan menghampirinya yang sekarang sedang memasang sepatu.
“Aku pulang dulu yah..” katanya menghadapku segera aku pun membalasnya dengan menganggukan kepala kemudian ia pun membuka pintu dan menghilang dari arah pandangku. Ada rasa sesak di hatiku, kala ia memang tak bisa lebih lama bersamaku dan justru lebih sering menghabiskan waktunya dengan para dongsaengnya. Ah, sudahlah yang penting aku harus selalu ada saat ia membutuhkanku. Aku pun berbalik dan melangkahkan kakiku menuju meja makan.
Bukkk
Sontak aku langsung membalikan badanku saat mendengar pintu yang kembali terbuka
“Oppa, wae geure?” tanyaku yang terkejut melihatnya datang kembali. Padahal aku sudah sangat jelas melihatnya sudah meninggalkan apartementku. Ia tak menjawabku, hanya memandangku dan kemudian berjalan ke arahku, aku hanya diam menunggu apa yang akan ia lakukan tak lama kurasakan badanku hangat, ia memelukku, melingkarkan tangannya di pinggangku.
“Oppa, gwencanha?” tanyaku yang masih berada dalam pelukannya. Ia tak menjawab pertanyaanku dan tetap memelukku erat. Kubiarkan waktu ini mengalir, biarlah untuk beberapa saat seperti ini karena aku pun memang sudah lama merindukannya, terutama momen-momen seperti ini. Setelah cukup lama akhirnya ia pun melepaskan pelukannya dan manatapku dengan tatapan khasnya.
“Cho Aira jebal, dengar, aku memang bukan namja yang baik untukmu karena aku datang padamu hanya saat membutuhkanmu. Tapi, aku ingin kamu tahu, hanya kamu, hanya Cho Aira, yeoja yang selalu berkeliaran di hati ini karena kamu adalah tulang rusukku. Aku akan berusaha dengan sebaik-baiknya menjalani karirku sebagai leader EXO karena kelak aku ingin menjadi leader yang baik untukmu, untuk kehidupan kita. Sarangheyo, Cho Aira” ujarnya sambil menatapku dengan hangat. Ingin segera kubalas ucapannya dengan kata “Aku juga mencintamu,Oppa” namun entah kenapa lidahku tiba-tiba membeku dan tak mampu untuk membalas ucapannya, yang kulakukan kini hanya menatapnya, menatap matanya dan terus berkata dalam hati bahwa aku akan selalu menunggu, menunggumu yang mungkin akan selalu datang hanya sekejap. Tapi, walau hanya sekejap aku akan tetap menunggu, menunggu leaderku.
Kini tangannya berada di wajahku, menangkup di pipiku, aku masih hanya bisa menatapnya dan merasakan momen ini yang sudah lama sekali tak kurasakan terlebih saat ia sudah debut. Kurasakan wajahnya mendekat dan tak lama kurasakan sentuhan hangat darinya, kecupan, di keningku. Aku pun menutup mata dan mulai larut di dalamnya.
Cho Aira POV End

Su Ho POV
“Cho Aira jebal, dengar, aku memang bukan namja yang baik untukmu karena aku datang padamu hanya saat membutuhkanmu. Tapi, aku ingin kamu tahu, hanya kamu, hanya Cho Aira, yeoja yang selalu berkeliaran di hati ini karena kamu adalah tulang rusukku. Aku akan berusaha dengan sebaik-baiknya menjalani karirku sebagai leader EXO karena kelak aku ingin menjadi leader yang baik untukmu, untuk kehidupan kita. Sarangheyo, Cho Aira” kataku padanya saat aku sudah berada dalam apartemennya kembali.
Aku merasakan sedikit keganjalan dalam hatiku saat aku keluar dari apartementnya, untuk itu aku langsung berbalik masuk kembali dan langsung melihatnya berjalan memunggungiku menuju meja makan dengan langkah gontai, ya aku tahu, aku salah, aku meninggalkannya saat kami akan makan bersama. Makan bersama? itu tak pernah kulakukan. Mianhe Aira, aku memang bukan namja yang baik untukmu. Aku bahkan tak pernah memakan masakan yang kau buat, padahal di luar sana begitu banyak namja yang sering meminta bahkan memohon agar dimasakan oleh yeojachingunya. Tapi aku? Aku justru tak pernah memakan masakanmu yang tak pernah kuminta untuk membuatkannya karena kau memang selalu memasak untukku. Mianhe Aira, Mianhe…
Aku mencium keningnya, menyalurkan segala perasaan padanya. Kulihat ia memejamkan matanya. Keindahan ini, aku ingin selalu merasakannya. Aku ingin ia tetap berada di sampingku meski aku tak selalu berada di sampingnya. Egoiskah aku? mungkin. Tapi, aku mencintainya, mencintai Cho Aira.
“Cepat pulang Oppa, para dongsaengmu menunggu” katanya saat aku sudah melepaskan kontak di antara kami, aku pun mengangguk dan tersenyum padanya. Ia membalasku.
“Ne.. hati-hati di rumah” kataku
“Arasseo” katanya kemudian menemaniku untuk berjalan meninggalkan apartemennya, meninggalkan kebersamaan kami yang baru saja terbentuk beberapa menit lalu. Aku pasti akan datang padanya kembali, karena kuyakin jalanan terjal akan kutemui dan aku akan kembali menemuinya untuk bisa membantu meringangankan beban pikiranku….
Gomawo chagi… aku akan berusaha menjadi leader yang baik, untuk para dongsaengku dan juga kau……
Su Ho POV End

-The End-
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*