Lima Stempel yang Kamu Peroleh Bila Mengeluh Di Sosial Media

bogabeja.com – Katanya membuat status di media sosial itu kita diibaratkan berbicara pada diri sendiri dengan harapan ada orang lain mau ikut terlibat (nimbrung). Sosial media adalah anti klimaks dari buku diari yang pernah populer beberapa tahun silam. Diari yang menjunjung tinggi kerahasiaan karena bukunya saja sampai di borgol berbanding terbalik dengan sosial media yang dipublikasikan. Namun begitu keduanya sama-sama menjadi ajang curahan hati bagi siapa saja yang menggunakannya.
Bebagai macam status berseliweran setiap detik ada yang senang, bahagia, heboh, serius, dan banyak lagi. Namun tak jarang juga sosial media dijadikan ajang untuk mengeluh. Apalagi di jaman sekarang katanya serba sulit padahal sering sekali makan di tempat elit dan punya gadget yang serba komplit. Ada beberapa hal yang membuat mengeluh di sosial media itu sebetulnya tidak perlu dilakukan. Apa saja dan mengapa? mari kita bahas satu persatu.
Stempel Cengeng
Tidak ada larangan bagi kita untuk bersedih, menangis, atau marah. Itu semua adalah ungkapan dan luapan emosi yang wajar kita lakukan sebagai manusia. Namun kita gak mau kan air mata kita jadi tontonan orang? Beberapa orang mungkin ada yang simpatik namun lebih banyak orang yang antipati atau bahkan tidak peduli. Bukannya dapat simpati, kita malah dianggap cengeng karena mengumbar keluhan ke semua orang. Inget lho! Mengeluh di sosial media berarti kita mengeluh ke semua orang.
Lalu bagaimana?
Kalau ingin tetap mengeluhkan masalah yang kamu alami lewat sosial media kamu masih bisa kok tanpa menuliskan status di facebook. Caranya kamu ajak aja orang yang kamu anggap care untuk chat sama kamu. Curahkan segala yang kamu rasakan sama dia. Minimal semuanya plong dan yang tau aib kita cuma satu dua orang. hehe..
Stempel Caper
Ada juga diantara kita yang menuliskan status mengeluh supaya dibaca seseorang yang kita gak berani buat ngomong. Kalau maksudnya ke seseorang kenapa harus diungkapkan ke semua orang? Kesannya kan jadi caper. Kita saja kalau ada orang lain caper eneknya gimana kan? Nah gimana kalo diri kita yang caper tentu enek juga buat orang lain.
Lalu bagaimana?
Kalau kamu tidak berani mengungkapkan sesuatu pada orang lain sampaikanlah hal itu lewat perantara. Perantara itu siapa? Ya orang terdekat kamu, orang yang kamu percaya bahwa pesan kamu akan sampai pada orang yang kamu maksud. Gak perlu mengumbar aib di depan banyak orang.
Stempel Labil
Kemarin-kemarin bikin status semangat, be strong, nikmatin hidup terus tiba-tiba aja karena ada masalah sedikit aja langsung belok arah. Betapa tidak adilnya hidup ini, lebih baik mati saja, Aku tidak kuat lagi, Itu diantara sederet status mengeluh yang ditulis. Terus apa jadinya? Mau jadi kuat atau menyerah? Orang yang membaca status kita akan negacap kita labil karena kita tidak konsisten dengan kata-kata yang kita tuliskan sebelumnya.
Lalu bagaimana?
Ketika kamu bertekat untuk lebih bersemangat dan lebih kuat untuk menjalani hidup, kamu pasti akan diuji. Kamu akan diuji sejauh mana kamu bertahan dan konsisten. Jadi bila kamu menjalani ujian itu jalankanlah dengan sebaik-baiknya. Jangan cepat menyerah. Justru timpali status-status kamu sebelumnya dengan hal-hal yang lebih menguatkan.
Stempel Alay
Cuma anak alay yang mengeluh di sosial media. Karena kita yang bukan anak alay bisa berkeluh kesah dengan sahabat, teman, keluarga dan orang-orang terdekat. Kesan cari perhatian akan melekat pada diri kita ketika kita mengeluh di sosial media. Sekali lagi cuma anak alay juga yang cari perhatian di sosial media.
Lalu bagaimana?
Berkeluh kesahlah dengan orang-orang terdekat. Karena berkeluh kesah itu sebenarnya aib. Hehe. Karena kita akan menceritakan hal-hal buruk yang kita alami. Maka ajaklah orang-orang yang mengerti dan memahami diri kita untuk bercerita.
Stempel Norak
Satu lagi stempel yang akan kita peroleh ketika kita mengeluh di sosial media. Itu adalah stempel norak. Kenapa norak? Ya karena apa-apa dipublikasikan, apa-apa diiklankan, norak kan? Seperti kita baru pertama kali mengenal sosial media.
Jadi bagaimana?
Supaya gak dicap norak, hal-hal yang bersifat mengeluh jangan dipublikasikan di sosial media. Karena daripada pada kamu mengeluh lebih baik kamu berdoa yang jelas-jelas bakal mendatangkan solusi yang berguna buat kamu.
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*