Penyesalan di Tahun Ketiga

  Fandy seorang sarjana teknik di salah satu Universitas Jerman. Dia senang bekerja di sana, tidak lupa Fandy selalu ingat dengan tanah air tercinta yaitu Indonesia. Dia rajin mengunjungi ibunda tercinta tetapi kepulangannya bukan menunjukkan rasa kangen kepada ibunya melainkan berniat memamerkan harta kekayaan dan jabatan yang dia miliki kepada warga kampung.

 
Lebaran tahun pertama
“Nak, malam ini takbiran, kamu tidak keluar rumah dan berkumpul bersama teman-  temanmu?” Ibu bertanya
“Tidak ah bu, mereka bukan temanku lagi, lagian aku sedang mengerjakan tugas, ini tugas  penting.” Jawab Fandy
“Yasudah kalau begitu, ibu akan buatkan ketupat dan rendang kesukaanmu, besok kita  makan bersama ya?” Ibu kembali bertanya
“Iya.” Fandy menjawab tanpa memandang mata ibunya

Setelah salat idul fitri…

“Nak, mari kita makan ketupat dan rendangnya, ibu masak dengan penuh cinta, ini sudah ibu siapkan.” Ibu menawari makanan
Fandy hanya melirik masakan ibunya dan segera pergi ke luar rumah “dimakannya nanti saja, aku mau keluar ada keperluan.”

Lalu Ibu menangis..

**
Lebaran tahun kedua
“Nak, malam ini takbiran, kamu tidak keluar rumah dan berkumpul bersama teman-  temanmu?” Ibu bertanya
“Tidak ah bu, mereka bukan temanku lagi, lagian aku sedang mengerjakan tugas, ini tugas  penting.” Jawab Fandy
“Yasudah kalau begitu, ibu akan buatkan ketupat dan rendang kesukaanmu, besok kita  makan bersama ya?” Ibu kembali bertanya
“Iya.” Fandy menjawab tanpa memandang mata ibunya

Setelah salat idul fitri…

“Nak, mari kita makan ketupat dan rendangnya, ibu masak dengan penuh cinta, ini sudah ibu siapkan.” Ibu menawari makanan
Fandy hanya melirik masakan ibunya dan segera pergi ke luar rumah “dimakannya nanti saja, aku mau keluar ada keperluan.”

Lalu Ibu menangis..

**
Lebaran tahun ketiga

“Nak, malam ini takbiran, kamu tidak keluar rumah dan berkumpul bersama teman-  temanmu?” Ibu bertanya
“Tidak ah bu, mereka bukan temanku lagi, lagian aku sedang mengerjakan tugas, ini tugas  penting.” Jawab Fandy
“Yasudah kalau begitu, ibu akan buatkan ketupat dan rendang kesukaanmu, besok kita  makan bersama ya?” Ibu kembali bertanya
“Iya.” Fandy menjawab tanpa memandang mata ibunya

Setelah salat idul fitri…

“Nak, mari kita makan ketupat dan rendangnya, ibu masak dengan penuh cinta, ini sudah ibu siapkan.” Ibu menawari makanan
Fandy hanya melirik masakan ibunya dan segera pergi ke luar rumah “dimakannya nanti saja, aku mau keluar ada keperluan.”

     Ibu terus menangis sambil memandangi ketupat serta rendang buatannya. Tanpa pikir panjang ibu berlari ke setiap rumah tetangga “pak sudi tolong makan ketupat dan rendang, ini buatan saya.” Ibu memohon
“Wah ibu tiwi baik sekali, saya akan memaknnya. Ini enak sekali bu.” Pak Sudi memuji  masakan Ibu Tiwi
“Terima kasih pak.” Ibu Tiwi segera berlari mengunjungi rumah tetangga yang lain

     Pengorbanan seorang ibu tidak ada batas, tanpa keluhan sang ibu tetap berusaha membahagiakan anaknya. Semua orang menyukai bunga melati putih tetapi apabila warna putih itu telah berubah menjadi hitam yang dinodai perbuatan buruk maka bunga tersebut bukan lagi melati putih harum keindahannya melainkan melati hitam harum bangkainya. Ibu tiwi berusaha membahagiakan anaknya dengan penuh kasih sayang walau dia tak bisa memberikan harta tetapi kasih dan doa disetiap sujudnya telah menjadikan keberhasilan sang anak namun anak yang dia sayang tidak pernah membalas kebaikannya malah memberikan kepedihan yang mendalam.

     Rasa penyesalan yang dialami Fandy sangat membunuh jiwanya, hatinya terguncang dan tubuhnya terpental. Dia tidak pernah membayangkan lebaran di tahun ketiga akan ditinggalkan sang ibu. Setelah ketupat dan rendang habis disantap oleh tetangga, ibu tiwi berusaha mencari anaknya untuk bertanya langsung “mengapa nak, tidak mau makan masakan ibu, sedangkan semua tetangga mengatakan masakan ibu sangat enak?” ibu tiwi dihantui rasa penasaran. Tiba-tiba di jalan pertigaan mobil angkutan umum menabrak ibu tiwi dalam keadaan memegang  sebuah piring tanpa makanan. Berpikirlah secara jernih bahwa sekarang atau esok adalah peristiwa yang nyata seperti, musibah, rezeki, kecelakaan, sakit, rasa sedih, senang, penyesalan, kebahagiaan, itulah kenikmatan dunia.
Fandy terus memanggil ibunya sambil memeluk ketupat masakan sang ibu.

TAMAT
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*