SUNGAI KERAP LONGSOR : WARGA BERHARAP PEMKAB BEKASI BERTINDAK

BEKASI (HeadlineBogor) – Warga Kecamatan Cibarusah dihantui oleh ancaman langsor dari Sungai Cipamingkis. Pasalnya, Sungai yang berada di daerah Loji, Kecamatan Cibarusah tersebut, dalam kondisi kritis. Kedua sisi sungai kerap longsor. Dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini, sungai tersebut dapat mengancam tiga desa di Kecamatan Cibarusah. Ketiga desa itu adalah Desa Ridomanah, Sirnajati, dan Cibarusah Kota.

Menurut Ujang, salah satu warga Kampung Loji, sudah ada 2 rumah terkena longsor. Hal itu membuat warga resah acapkali hujan deras. Meskipun tidak ada korban jiwa, beberapa warga yang tinggal di titik rawan mulai berpindah mencari keselamatan.

“Udah ada beberapa warga yang pada pindah. Mereka takut kena longsor. Soalnya pas longsor bulan kemarin ada dua rumah yang rusak.” Ucap Ujang.

Kondisi Sungai Cipamingkis yang sangat memprihatinkan tentu bukan tanpa sebab. Banyak pihak tak bertanggung jawab melakukan eksplorasi batu dan pasir terus menerus. Aktivitas tersebut mengakibatkan Sungai Cipamingkis rusak. Bahkan, kerusakannya membuat satu-satunya jembatan penghubung antara Desa Sirnajati dan Cibarusah Kota ambruk.

Dikutip dari CibarusahCenter, menurut Endang dari LSM Gerakan Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan Hidup (Gempal) kerusakan yang terjadi di sungai Cipamingkis adalah karena kegiatan eksplorasi besar-besaran PT.WRA dan PT. Rikadi.

“Penyebab utama rusaknya sungai Cipamingkis adalah kegiatan eksplorasi batu dan pasir oleh PT.WRA dan PT. Rikadi,” ujar Endang.

Eksplorasi besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan yang tidak bertanggung jawab mengakibatkan rusaknya sungai Cipamingkis.

“Dulu itu Sungai Cipamingkis masih banyak batu-batu sama pasirnya. Tapi karena banyak yang ngambilin jadinya habis. Hampir 20 tahunan mereka melakukan itu. Sungai jadi melebar kalau ada hujan terus nyerang rumah warga.” Ujar Enang, salah satu warga Kampung Loji.

Warga Kecamatan Cibarusah, berharap agar pelaku yang tidak bertanggung jawab segera di hukum. Mereka juga berharap agar pemerintah segera mengambil langkah antisipasi terjadinya bencana fatal.

“Mudah-mudahan pemerintah langsung bertindak supaya tidak terjadi bencana kaya di Garut.’’ Ucap Enang. (Sti).*

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*