Kebenaran Tak Menyalahkan ; Wildan F Mubarock

Kebenaran Tak Menyalahkan ; Wildan F Mubarock

Saya selalu percaya bahwa kebenaran adalah hal yang tunggal. Kebenaran tak pernah punya cabang atau mendua. Lalu bagaimana kita menemukan kebenaran yang tunggal? Siapa yang benar- benar pada posisi benar? Lalu siapa yang salah? Apakah kesalahan juga tunggal?

Yang maha benar adalah Tuhan dan segala yang berwujud firman adalah kebenaran yang tunggal (tentu saja ini berdasarkan keyakinan yang diyakini penganut agama). Lalu bagaimana dengan kesalahan?

Pusing yah?? Maaf!

Begini maksud saya yang awam ini. Bangsa Indonesia kini mulai meretak, terpecah dan menjurus pada perpecahan (perang shinobi 4). Perang opini dan kontrol sosial menjamur mirip cafe di kota hujan. Tentu saja opini dll itu dimaksudkan untuk membenarkan. Membenarkan kebenaran yang diyakini kebenaran. Lalu dengan tanpa tapi mereka serang pihak berlainan paham. Disini masalahnya. Sebenarnya ini bukan masalah saya. Tapi sejak menyaksikan film Naruto saya pikir diam adalah dosa. Tak bersuara bikin gundah gulana. Tak menulis bikin saya miris tanpa ringis tapi sungguh saya tak pernah menangis apalagi jadi opurtunis sebab sejujurnya saya amat manis (narsis teyus)

Kawan, kebenaran sejatinya hakiki. Dia tunggal. Dengan kebenaran yang diyakini mari kita menciptakan kedamaian, kerukunan, sebab sekalipun kebenaran yang diyakini benar tapi menghancurkan maka gugur dia sebagai kebenaran yang hakiki. Kebenaran tidak memihak. Tidak menikam dan tidak menyalahkan. Kebenaran adalah kebenaran tanpa menyalahkan.

Kawan, lalu siapa yang salah? Barangkali Saya lah yang salah. Sebab saat saya menulis saya mengabaikan dua cinta mahakarya saya.

Salam Berkawan, Selamat Hari Sumpah Pemuda

Wildan F Mubarock, Hokage Tanpa Tapi

 

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*