Diakhir Jabatannya, Gubernur Diharapkan Peduli Terhadap SMKN 1 Arjasari Bandung

Jabaronline (Bandung) – Perlu adanya dukungan khusus dari Gubernur Provinsi Jawa Barat. Untuk kemajuan SMKN 1 Arjasari, Kabupaten Bandung. Karena bertahun-tahun SMKN 1 Arjasari Kabupaten Bandung, belum memiliki lahan untuk pembangunan ruang kelas baru. Saat ini kegiatan belajar mengajar berlangsung siang hingga sore hari. Siswa siswi berharap bisa menikmati proses belajar di pagi hari, seperti siswa di sekolah lain.

Kepala SMKN 1 Arjasari menyampaikan, “Berbagai langkah perjuangan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi Jawa Barat, telah ditempuh. Hingga bulan maret ini, pihak sekolah, belum mendapatkan kabar tentang kapan bantuan untuk pembelian lahan untuk SMKN 1 Arjasari, masuk ke APBD provinsi Jawa Barat. Kalau di APBD murni, tidak masuk, semoga ada di APBD Perubahan tahun 2018“ ungkapnya kepada wartawan di kantornya (13/3/2018)

Profosal pengajuan bantuannya, sudah masuk ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Tapi, penjelasan dan tindak lanjutnya, nanti ditelephone. Kami menunggu dan menunggu, ungkapnya.

Dari informasi di media masa, Wakil Gubernur akan dorong SMK/SMA Nergeri untuk memiliki lahan, bagi yang masih menumpang. Dan penjelasan dari Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi, menilai lulusan SMK yang memiliki jurusan pertanian sangat berpeluang terserap di bursa kerja / industri. Maka dengan ini, semoga ada langkah untuk peduli kepada SMKN 1 Arjasari, yang saat ini memiliki jurusan pertanian dan guru produktif yang cukup. Tapi belum memiliki lahan, dan masih menumpang di SMP Negeri 2 Arjasari. “Kalau numpang terlalu lama itu tidak enak“, hampir 4 tahun menumpang.

Dengan dipublikasikan tentang SMKN 1 Arjasari ini,  pemerintah provinsi Jawa Barat, dapat memprioritaskan untuk memajukan Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan yang tertinggal kemajuannya, karena fasilitas yang sangat minim. (Tim Liputan/Dwi Arifin S.Pd)

Komentar

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*