Dibawah Asuhan H. Aep Saepudin M.M SMK Penida 2 Maju Pesat

BANDUNG – Lingkungan sekolah jika penuh dengan sarana pendidikan yang maksimal  akan menumbuhkan generasi yang unggul. Kepala Sekolah menjadi penggerak utama kemajuan lingkungan pendidikan dengan didukung pendidik dan tenaga kependidikan. Hingga partisipasi dari orang tua murid. SMK Penida 2 Katapang Kabupaten Bandung, melalui kepemimpinan H. Aep Saepudin M.M, maju dengan pesat.

H.Aep Saepudin M.M, Kepala SMK Penida 2 Katapang, memaparkan kepada Jabaronline.com tentang perkembangan sekolahnya. “Saat ini sekolah sudah memiliki fasilitas mobil operasional khusus antar jemput siswa. Mobil ini merupakan kebutuhan khusus bagi siswa yang tidak memiliki kendaraan roda 2 untuk sampai ke sekolah atau kekurangan ongkos. Mobil bisa dinikmati langsung keberadaannya oleh siswa dan untuk kegiatan sekolah lainnya“ jelasnya diruang kerjanya (8-2-2018)

Selanjutnya, pembenahan yang telah dilaksanakan. Seperti ruang kepala sekolah dan bengkel pindah ke depan halaman utama sekolah. Karena kedepannya SMK Penida 2, memiliki rencana membangun bengkel untuk umum dengan montir siswa-siswa unggulan. Letak bengkelnya cukup strategis, berada didekat jalan raya. Dan pihak industri otomotif, sudah siap untuk kerjasama membantu pihak sekolah.

Lebih luas, H.Aep Saepudin M.M, menjelaskan, “untuk persiapan akreditasi di bulan April, ruang perpustakaan, ruang osis, ruang praktek, ruang TU, ruang guru, tempat ibadah, hingga kebersihan dan keastrian lingkungan. Kelengkapan administrasi pendidik dan tenaga kependidikan, sudah siap untuk menyambut datangnya tim asesor/akreditasi“

Perihal dana BPMU dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat senilai Rp.361.900.000 tahun 2017, sudah terserap dan dimanfaatkan untuk honor guru, kebutuhan sekolah lainnya. Sesuai dengan aturan dan laporannya sudah diverifikasi oleh dinas terkait. Pihak sekolah bersyukur dengan ada bantuan ini, kerena secara langsung memperingan beban pembiayaan proses kegiatan belajar mengajar. Dan kalau bisa tahun ini dana BPMU bisa diterima oleh sekolah, diawal tahun, jangan seperti tahun 2017. Dana diterima sekolah diahir tahun, padahal kebutuhan sekolah diawal tahun lebih banyak khususnya kelas 12. Dengan adanya Ujikom, UNBK, dan UAS. Kalau disekolah, pihak sekolah mengikuti aturan tahun ajaran dalam proses pembiayaan, sedangkan pemerintah acuannya tahun anggaran. Jadi sebaikanya pihak pemerintah mencairkan anggaran sesuai kebutuhan sekolah setiap awal semester tahun ajaran.

Dari dana yang masuk ke sekolah dari pemerintah pusat dan provinsi, untuk kebutuhan pembiayaan sekolah belum terpenuhi. Sehingga sekolah masih perlu dukungan dana dari orang tua siswa dengan hal ini. Pihak sekolah masih menerima sumbangan dari orang tua siswa, dan diperbolehkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan. (Dwi)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*