Kades Cilame, “Insan Akademisi Menjadi Solusi di Desa“

Jabar Online (Bandung)-, Pentingnya pendidikan untuk kemajuan diri dan desanya disadari oleh Alo Sobirin S.Ap, kepala desa Cilame, Kutawaringin Kabupaten Bandung. Gelar Sarjana yang saat ini ada dalam dirinya, diyakini belum cukup untuk mengembangkan potensi diri dan memajukan desanya. Pendidikan dibangku pasca sarjana menjadi target untuk meraih ilmu yang maksimal. Disisi lain kesibukannya sebagai kepala desa, Alo Sobirin meluangkan waktunya untuk melanjutkan bangku kuliahnya di Pasca Sarjana Fakultas Ilmu sosial dan politik, Universitas Nurtanio Bandung.

 

Alo Sobirin, mengungkapkan, “Proses kemajuan suatu desa, sangat erat dengan formula manajmen yang diterpakan oleh kepala desa. Kemampuan SDM aparat desa harus selalu ditingkatkan. Kepala Desa sebagai teladannya harus memiliki ilmu, kemauan, dan menejmen yang terbaik untuk kemajuan pemerintah desa dan warganya“ ungkapnya.

 

“Banyak sarjana, tapi mereka tidak mau memajukan desanya dengan mengembangkan potensi di desa. Mereka lebih memilih bekerja di kota dengan penghasilan yang dinilai lebih besar. Padahal kalau mau memilih mamajukan desanya, hasilnya akan sama bahkan bisa lebih besar. Diantara kriteria desa sejahtera ialah, “banyaknya sarjana yang berupaya hidup di desa dan majukan desa dengan disiplin ilmunya yang diperoleh dari perguruan tinggi. Dengan ini SDM aparat desa dan warganya akan meningkat kualitasnya karena ada pendamping dari sarjana“

 

Alo Sobirin menjelaskan, “SDM aparat desa, perlu diberikan pelatihan-pelatihan khusus secara rutin. Agar dapat mengikuti perkembangan dan kebutuhan jaman. Pendidikan model pelatihan sangat cocok untuk aparat desa atau warga desa. Karena dengan ini mereka akan mudah mendapatkan ilmu dan keterampilan, tanpa menjalani proses pendidikan yang cukup lama dengan biaya yang mahal.

 

Alo Sobirin menyimpulkan, “Dalam memecahkan masalah, mencari dan merumuskan solusi. Karakter insan akademisi harus dimiliki. Jangan sampai ada masalah disikapi hanya dengan opini, sehingga solusinya tidak tepat. Tapi sikapi dengan data dan fakta, agar solusinya tepat“

 

Dan semangat beroganisasi menjadi ciri kehidupan insan akademisi. Orang yang aktif di organisasi pemikirannya lebih luas dan jiwa sosialnya akan lebih tinggi. Mereka cenderung rela berkorban untuk kemajuan bersama dan orang sekitarnya. Misalnya kepala desa yang aktif di Organisasi APDESI, mereka pasti memikirkan kemajuan desa-desa lain, bukan hanya desanya sendiri. Karakter seperti perlu ada dalam diri.

 

(Jurnalis: Dwi Arifin S.Pd)

Komentar