PROGRAM PENUGASAN DOSEN DI SEKOLAH SIAP MENCERDASKAN BANGSA

BOGOR – Program sistem mutualisme yang dibuat oleh FKIP – Universitas Pakuan berkerja sama dengan 4 sekolah di Kota Bogor terdiri dari sekolah SMA, SMP dan SD. Menurut Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Sandi Budiana, M.Pd  mengatakan bahwa program ini melibatkan sturuktural Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, para dosen, monitoring internal penjaminan mutu dan nantinya akan mencoba berkerja sama dengan pengawas sekolah Kota Bogor. (8 Agustus 2018)

“Dosen dan guru akan melaksanakan proses mengajar secara bergantian. Ini guna mengetahui fakta-fakta nyata kebutuhan pembelajaran bagi pendidikan. Karena menurutnya dosen perguruan tinggi (FKIP) harus mengetahui proses belajar di sekolah seperti apa ketika saat mengajar di sekolah karena banyaknya perubahan dinamika yang ada. Oleh sebab itu, diharapkan dosen setelah proses penugasan dosen di sekolah (PDS) bisa menjadikan bekal ketika mengajar untuk mencetak calon guru yang berkulaitas”, jelas Sandi Budiana,M.Pd.

Sebagai transfer ilmu pengetahuan dan pengalaman karena dalam perguruan tinggi banyaknya isu-isu mutakhir yang berhubungan dengan kurikulum dan media pembelajaran. Sebagai modal awal, PDS ini memfasilitasi untuk pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman tersebut antar guru dan dosen untuk saling melengkapi.

Wakil dekan bidang akademik Dr. Entis Sutisna mengatakan antusiasme dari kepala sekolah program PDS ini di sambut baik oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Universitas Pakuan, akan tetapi FKIP berharap agar kedepannya masih bisa diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan program PDS agar bisa melibatkan banyak sekolah.

“Semoga program PPG, PPG Pra Jabatan, PPG Dalam Jabatan, PPG Online dan PDS yang diselenggarakan FKIP – Universitas Pakuan merupakan upaya memperbaiki kualitas pembelajaran dan pendidikan. Program PDS ini diharapkan dapat berkontribuasi untuk upaya-upaya memperbaiki kinerja, aktivitas, kreativitas, kualitas guru dan dosen agar hasilkan generasi yang bagus diperoleh untuk siswa/i disekolah”, ujar Wakil dekan bidang akademik Dr. Entis Sutisna. (FAN)

Komentar