Safari Dakwah Ustd.Ruslan Bersihkan Hati

Jabar Online (Bandung)- Kegiatan safari dakwah Majelis Taklim Syubbanul Uluum dengan mubalig Ustd. Ruslan Gunawan berlangsung dari masjid ke masjid. Kajian dengan berbagai tema Tauhid, Fiqih, Muamalah dan Tazqiyah menjadi bahasan yang diminati kaum muslimin. Diantaranya acara safari dakwah berlangsung di Masjid Mujahidin Gandasari, Katapang akan berlangsung setiap malam jum‘at. Ustad Ruslan Gunawan membahas tentang “Pembersihan hati“.

Dalam ceramahnya Ustad. Ruslan mejelaskan, “Dari pagi hingga sore, bahkan sampai malam manusia cenderung disibukan dengan kehidupan dunianya. Karena kesibukan ini manusia menjadi lalai, cinta dunia dan hatinya terkotori atau hatinya sakit/mati. Padahal hati yang bersih “qolbun salim“, merupakan hati yang akan menuntun manusia orang beriman menghadap dan meraih ridho Alloh di dunia hingga ahirat“ jelasnya saat mengawali isi ceramahnya.

 

Lebih lanjut Ustad Ruslan memaparkan, “ Jasad yang sakit, mudah diobati karena terlihat sakitnya atau terasa sakitnya, tapi hati yang sakit kadang tidak terasa dan terlihat, sehingga banyak orang yang tidak tau hatinya sedang sakit atau karena penyakit hati yang dibiarkan hatinya menjadi mati. Urusan hati lebih penting dari pada urusan jasad. Karena itu banyak ulama-ulama yang membahas dalam kitabnya tentang membersihkan hati, “Tazqiah“

 

Ada seorang yang diceritakan Rosululloh, bahwa dia adalah penghuni surga. Dan para sahabatpun mencari tau amal apa yang dia lakukan. Ternyata dia memiliki amal yang istimewa, yaitu tidak iri, hasad, dia menerima setiap ketetapan Alloh tanpa dengan ihklas“

 

Selanjutnya Ustad Ruslan, metafsirkan surat As-syuaro 87-89, bahwa “tidak ada akan berguna emas sebanyak bumi, tidak akan berguna keturunan sebanyak manusia dibumi, dan hal lainya, semuanya tidak akan menyelamatkan manusia dari siksa Alloh kecuali yang akan menyelamatkan manusia saat di ahirat ialah hati yang bersih “Qolbun Salim“

 

Ada 3 Ciri-ciri hati yang bersih, ialah menyakini Alloh Maha Benar, hari kiamat akan terjadi, dan menyakini manusia akan dibangkitkan dari alam kubur.

 

Dan Ibnu Abas dan Hasan Al Basri, menyimpulkan bahwa hati yang bersih ialah hati orang-orang beriman, hati yang sakit ialah hati orang munafik, kafir, dan manusia dengan hati yang mati ialah manusia yang musyrik. Hati yang bersih, merupakan hati yang terbebas dari bid‘ah.

 

Dan ucapan manusia, wajah manusia bisa menjadi cermin hatinya. Jika manusia itu sering mengucapkan kata-kata kotor, wajahnya cemberut, mudah tersinggung, marah-marah dalam urusan duniawi. Tidak sabar dalam ujian dan godaan yang pertama, maka pertanda hatinya berpenyakit.

 

Hati ibarat seorang raja, dan jasad adalah bala tentaranya. Bila hatinya bersih maka sikap dan ucapannya pasti baik. Rosululloh memiliki hati yang bersih, beliau dijelaskan oleh istrinya, “bahwa rosululloh adalah orang yang paling baik kepada keluarganya“

 

Rusululloh tidak pernah tersinggung dengan persaingan urusan duniawi, dan tersinggung tentang dirinya. Tapi Rusululloh akan tersinggung, marah dengan tegas, “jika urusan agamanya direndahkan“

 

Ustad Ruslan berpesan, “Obatilah hatimu yang sakit, karena Alloh menginginkan hati manusia bersih saat menghadap kepada-Nya. Sakitnya jasad akan terputus saat kematian, tapi sakitnya hati akan berkelanjutan ke alam kubur dan ahirat. Ibnu Qoyim al-jauziah menjelaskan, “Bahwa amal hati yang utama, dan amal jasad pengikutnya“

 

“Diantara obat dan pembersih hati yang sakit ialah menghadiri majelis ilmu. Di malam jum‘at yang akan datang insha alloh, di Masjid Mujahidin Gandasari Katapang, Kabupaten Bandung akan membahas obat-obat bagi hati yang sakit. Semoga kita diistiqomahkan dalam membersihkan hati dan meraih kebahagian dunia hingga ahirat dengan menjaga agar hati kita termasuk hati yang bersih, “qolbun salim“

 

(Redaktur: Dwi Arifin S.Pd)

Komentar