YLBH : “Polres Bogor Harus Tuntaskan Kasus Pembunuhan Siswa SMK Wiyata Kharisma”

Jabar Online (Bogor)-, Yayasan Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (YLKBH) Daffa Indonesia mendatangi Mapolres Bogor, Jawa Barat, mereka meminta agar petugas kepolisian mengusut tuntas pelaku pengroyokan siswa SMK Wiyata Kharisma, Kemang, Kabupaten Bogor.

Rombongan advokat yang mendatangi Mapolres Bogor merupakan kuasa hukum keluarga korban Muhammad Ridwan Ogi Alamsyah (17) siswa SMK Wiyata Kharisma yang tewas dianiaya oleh siswa dari sekolah lain.

Dikutip dari Bogoronline.com, Ketua YLKBH Daffa Indonesia, Sylvia Hasanah Thorik SH mengatakan, Muhammad Ridwan Ogi Alamsyah diduga kuat dianiaya oleh siswa SMK Menara Siswa (Mensis), Parung Kabupaten Bogor.

“Kita minta Polres Bogor mengungkap pelaku pembunuhan terhadap klien kami,” kata Sylvia Hasanah Thorik, SH kepada wartawan, di Mapolres Bogor, di Cibinong, Rabu (25/04/2018).

Menurutnya, korban diduga dikeroyok di tengah jalan, bahkan ada pelaku pengeroyokan yang menggunakan senjata tajam berupa celurit.

M Ridwan Ogi diketahui menderita luka sabetan senjata tajam pada bagian dada sebelah kiri serta lebam di kepala dan punggung. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit, namun nyawa nya tak dapat tertolong lagi.

Fikri Fahrian Nazib yang merupakan teman korban, juga mengalami luka parah di bagian kepala nya setelah mendapatkan sabetan senjata tajam, ia kini tengah terbaring di rumah sakit.

“Kita minta penyidik segera mengusut tuntas kasus ini, supaya di kemudian hari tidak ada lagi siswa yang main-main terhadap nyawa seseorang,” pinta Sylvia.

Hal yang sama juga dikatakan advokat Rizky Dienda Putri, ia meminta agar pengusutan kasus ini tidak main-main. Karena menurutnya, sekolah dengan status yang terakreditasi A ini memiliki siswa yang berprestasi dan berakhlak baik, bukan perilaku brutal.

“Meskipun diharapkan siswanya menjadi baik, faktanya siswanya yang hanya berjumlah dapat dihitung jari itu, tetap tidak berubah mentalnya, maupun akhlaknya. Terbukti pelaku penganiaya korban klien kami diduga kuat siswa sekolah tersebut,” sesal Dienda.

Baik Sylvia maupun Dienda meminta Polres Bogor menyelidiki sekolah tersebut apakah sudah sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh Diknas atau tidak.

“Kami minta bila tidak sesuai prosedur pembelajaran, agar Diknas menutup dan dicabut ijinnya, karena sudah membuat resah warga sekitar,” ungkapnya.

Sylvia minta agar kasus ini ditangani oleh Polres Bogor karena seringnya masa yang mendemo sekolah Mensis.

“Kami khawatir kalau tidak segera ditangani akan terjadi tindakan anarkis massa karena merasa kesal terhadap sekolah tersebut,” pinta Sylvia.

YLKBH meminta agar penyidik mengenakan UU PA 80 dan KUHP pasal 338, 340 terhadap pelaku.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan yang menerima kunjungan dari YLKBH Daffa Indonesia menyatakan akan membantu penanganan kasus ini.

“Jangan khawatir, kita sudah sering menangani kasus semacam ini. Do’akan saja dan terima kasih saran dan masukan dari YLKBH Daffa Indonesia,” kata AKP Bimantoro.

Seperti diketahui, terjadinya tawuran antara pelajar Siswa SMK Wiyata dengan Siswa SMK Menara terjadi pada Rabu (18/4/2018) yang lalu sekitar pukul 11.30 WIB di Jalan Jampang Hambulu, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Peristiwa ini juga menyita banyak perhatian dari berbagai pihak.

(Editor: Dwi Arifin)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*