Manusia Harus Antisipasi Agar Tak Digantikan Oleh Robot

Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Michaela Rehle)
(Jakarta)- Manusia dituntut terus dapat meningkatkan talenta di era digital agar tidak tergerus oleh kehadiran robot atau mesin otonom, yang disebut mampu menggantikan peran manusia. Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia Alex Budiyanto mengatakan bos Alibaba Jack Ma pernah mengatakan robot bisa bekerja lebih cepat dibandingkan manusia.
Oleh karena itu, Alex mengatakan manusia saat ini harus dilatih agar bisa bekerja dengan robot bukan bekerja untuk bersaing dengan robot. Meskipun saat ini robot memang baru berperan untuk membantu manusia, masyarakat harus mulai ambil ancang-ancang agar tidak tergantikan oleh robot.
“Jack Ma pernah bilang kalau dari kecepatan prosessing, manusia kalah dari komputer. Sebaiknya kita ambil pendidikan atau lapangan usaha yang tidak perlu bersaing dengan komputer karena manusia akan kalah,” ujar Alex di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Selasa (25/9).
Alex mengatakan dari sisi industri pasti akan memperhitungkan opsi mana yang lebih efektif. Jika memakai robot memang lebih efektif, maka dapat dipastikan peran buruh bisa digantikan oleh robot.
Ia mengakui era Industri 4.0 tentu akan membawa mesin otonom yang akan menggantikan peran manusia khususnya buruh. Ia memastikan penggunaan mesin otonom akan lebih efisien dibandingkan harus menggunakan tenaga manusia.
“Perhitungan utama industri adalah efisiensi, lebih cost effective untuk bisa bersaing dengan kompetitornya. Itu pertimbangan bisnis yang tidak bisa dielakkan. Bagaimana semakin banyaknya hal otonom tentu saja akan membuat efisiensi yang ada dalam industri tersebut,” ujar Alex.
Kendati demikian, Alex menyebut robot tidak semata-mata akan menggantikan peran manusia. Dibutuhkan proses dari segi regulasi hingga teknologi agar robot bisa mulai diemplementasi.
Menjelang industri 4.0 yang sudah di depan mata, Alex mengatakan masyarakat harus sudah melek digital. Ia kemudian mengapresiasi program-program Kominfo yang meningkatkan pendidikan digital kepada anak-anak muda di Indonesia.
“Hal yang menjadi hambatan utama ketika go digital di Indonesia adalah talents. Banyak sekali sumber daya manusia Indonesia perlu diupgrade diperbaiki sehingga mereka siap mengimplementasikan industri 4.0,” imbuhnya.

(Sumber: CNN Indonesia/ Editor: Dwi Arifin)

Komentar