Sarjana Di Tepian Baskom, Sebuah Representasi Kritis Kehidupan Masa Kini

Barangkali pengalaman memang merupakan salah satu referensi positif dalam menulis. Banyak buku-buku atau tulisan-tulisan yang dihasilkan dari pengalaman penulisnya sebut saja Tetralogi Laskar Pelangi yang merupakan mozaik dari kehidupan Andrea Hirata. Setali tiga uang dengan itu, Sarjana Di Tepian Baskom lahir sebagai bingkai dari pengalaman penulisnya yaitu Wildan Fauzi Mubarock. Dosen yang aktif di FKIP Universitas Pakuan ini sudah memulai menulis secara profesional sejak di bangku kuliah. Pernah mewakili Jawa Barat dalam lomba karya tulis tentu bukan sebuah prestasi sembarangan.

Sarjana Di Tepian Baskom merupakan karya yang didasari oleh pengalaman hidup sang penulis. Bedanya Sarjana Di Tepian Baskom mengambil sudut pandang penulis sebagai pembaca situasi dan keadaan di lingkup sosial yang kian pelik dan dinamis. Novel yang memadukan konsep perkawinan fakta fiksi ini barangkali merupakan terobosan pertama dalam khasanah kepenulisan di Indonesia.
Buku yang sudah memasuki cetakan ketiga ini sudah melanglangbuana di toko-toko buku di kota Bogor seperti di toko buku Kharisma dan Gunung Agung. Selain itu melalui roadshow ke beberapa sekolah penulis terus memperkenalkan karyanya agar semakin banyak orang yang bisa melahap konten bergizi dari novel Sarjana di Tepian Baskom.  
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*