Anak Muda Nyalakan Cosmo Kalian ; Wildan F Mubarock

Wildan F Mubarock, Lahir di Sukabumi dan jatuh cinta pada Bogor sejak mengenyam pendidikan sarjana merupakan sosok yang kreatif dan optimis. begitulah rekan rekan terdekatnya menilai.

 

Dalam pernyataannya pada awak media, Wildan yang kini lolos seleksi Bakal Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor dari Partai Solidaritas Indonesia merasa terpanggil untuk membenahi kota Bogor.

 

Mengalir saja, saya ikut seleksi dan alhamdulilah dapat kesempatan maju. Ujar pria yang kini menjadi dosen di salah satu univeritas terkemuka di kota Bogor.

 

Pria yang mendirikan rumah baca sang pembelajar berharap dapat memberikan yang terbaik bagi kota hujan jika kelak terpilih. Semoga dengan potensi yang saya miliki  dapat memberikan yang terbaik, ujar Wildan dengan optimis

 

Tak hanya aktif beroraganisasi, Wildan juga ternyata penulis novel sarjana di tepian baskom dan sang pembelajar.

Pak Wildan itu kreatif dan menginspirasi kami untuk menulis, jelas Ragil pada jabaronline.com.

 

Pria yang homuris ini bukan tanpa sebab terjun ke politik. Selama kurung waktu 5 tahun menulis ; Wildan ingin berjuang dengan cara lain. Tegasnya

Bangsa ini merdeka bukan karena tulisan saja, Bukan begitu? Butuh perjuangan lain. Nah, semoga tanpa harus meninggalkan dunia menulis dan pendidik perjuangan saya bisa digenapi. Amien.

Yang harus dicermati saya belum izin orang tua dan pimpinan. Ini akan menjadi tolak ukur saya maju atau tidak. untuk doa orang tua itu penting. Dulu saya tidak diizinkan ke Jepang mengajar dengan alasan bangsa sendiri saja masih banyak yang harus diajar ini malah mengajar bangsa lain dan saya patuh. Jadi, saya nurut saja sama kedua orang tua. sebab riddo orang tua adalah kepanjangan riddo Gusti Allah.

untuk istri dan dua bocah kesayangan di rumah sudah mengizinkan. Terlebih Daaris, anak saya yang pertama. Papah Harus jadi hokage, Katanya.

 

Anak muda, Nyalakan cocmo kalian

Kiyubi berikan cakra kalian, begitu celoteh pria bergelar magister dari Sekolahpascasarjana Universitas Muhammadiyah. Prof. Hamka.

 

*ysi

Komentar