Keteladanan Politik Asep Rukmana Dewan Fraksi PKS

(Jabar Online)-, Takdir kehidupan manusia tidak disangka. Hal ini dirasakan anggota dewan daerah pemilihan 5, fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Bandung tahun 2014-2019, Asep Rukmana. Banyak hikmah dan pembelajaran politik yang sehat dapat diteladani darinya. Jurnalis Jabar Online Dwi Arifin S.Pd disambut baik dan penuh kekeluargaan saat interaktif tentang pengalamannya di dunia politik dikediamannya di Kampung Cisapi, Desa Biru Kecamatan Majalaya. Untuk mengetahui lebih dekat figurnya, berikut isi interaktifnya:

 

1.Proses awalnya seperti apa hingga menjadi dewan fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPRD Kabupaten Bandung?

“Awalnya, karena dorongan dari tokoh masyarakat di Desa Biru. Masyarakat berharap ada perwakilan dewan dari Desa Biru. Dari dorongan tersebut, dengan niat membangun masyarakat dan wilayahnya. Melalui do‘a restu keluarga dan para ulama. Tekad untuk berjuang dijalur politik dimulai. Dengan proses silahturahmi kampanyepun berjalan. Dan hasilnya teraih ribuan suara, berdasarkan keputusan KPU Kabupaten Bandung, lolos di pesta demokrasi pilihan legislatif.

 

2.Modal apa yang menjadi pendukung kampanye?

Modalnya, niat yang tulus, dorongan masyarakat, do‘a keluarga besar dan ulama, lalu kampanye yang maksimal dengan silahturahmi, dengan didukung mesin partai dan pembentukan tim yang solid, penuh loyalitas, kapabilitas dan kapasitas potensi anggota tim pemengangan. “Saya berasal dari keluarga sederhana, dulu kampanye juga kesana kemari seadanya pakai motor Legenda tahun 2002“

 

3.Apa ada hubungan masa lalu yang dijalani sehingga ada takdir menjadi dewan?

“Pengabdian berbuah dukungan. Kebiasaan silahturahmi dengan masyarakat hingga ulama, berupaya mengabdi dengan aktif menjadi relawan guru madrasah. Memilih jalan hidup bertani dan bertenak seperti masyarakat desa. Sempat terpikirkan, banyaknya masalah penjualan produk pertanian atau peternakan kalah dalam persaingan karena buruknya akses transportasi menuju pasar. Masalah-masalah yang bermunculan selalu menjadi renungan untuk menemukan solusinya.

 

4.Dengan adanya tahun politik Pilihan Legislatif dan Presiden pada 2019, pesan apa yang ingin disampaikan kepada publik?

“Melalui pesta demokrasi yang akan dilaksanakan ditahun depan. Masyarakat mendapatkan pembelajaran politik yang sehat dan mencerdaskan hingga mendewasakan diri dalam berpolitik. Jangan jadikan perbedaan warna partai dan figur politik menjadi bahan untuk konflik. Tetap jalankan budaya silahturahmi baik saat masa kampanye atau tidak kampanye. Silahturahmi jalan yang sangat sederhana untuk menyerap dan menyampaikan aspirasi demi kemajuan pembangunan. “Dan tahun Politik ini, saya kembali ditugaskan oleh Partai, masyarakat dan ulama di Majalaya, Paseh, Ibun dan Selokan Jeruk daerah pemilihan 5 untuk maju kembali menjadi dewan di DPRD Kabupaten Bandung. Dengan target, tahun politik ini lebih baik dari tahun kemarin dan aspirasi pembangunan lebih maksimal terwujud“

5.Diwaktu libur atau waktu luang, kegiatan apa yang dijalani agar tetap dekat dengan masyarakat?

 

“Menjadi dewan bukanlah sebuah cita-cita, ini adalah takdir. Sejak aktif di pesantren ada niat besar kedepanya mendirikan pesantren. Diwaktu luang, tidak terbuang sia-sia, kadang menjadi narasumber/pemateri, atau mengajar di madrasah adalah kegiatan yang saya nikamti sejak dulu remaja hingga saat ini menjadi dewan. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan ilmu, khususnya ilmu agama. Untuk mencari ilmu, belajar di kampus UIN, STKIP Persis, dan Al-Imarot, “saya harus menempuh dengan jalan kaki yang cukup jauh hingga kurang lebih 1-2 jam dengan jalan kaki menuju terminal, lalu perjalanan dengan naik bis juga 1-2 jam untuk sampai ke kampus. Belum lagi kalau bisnya penuh, terpaksa harus bergelantung berdiri dipintu bis. Dari sulitnya mendapatkan ilmu ini, saya ingin hasilnya sebagai jalan mengabdi untuk masyarakat. “Hobi berternak dan bertani juga cukup menyenangkan diwaktu libur, walaupun sudah menjadi dewan, mencari rumput sewaktu-waktu saya jalani. Hal ini menjadi jalan untuk silahturahmi dan menyerap aspirasi para peternak dan petani. Mencari rumput ini bisa diartikan juga sebagai bentuk olahraga yang produktif, dapat mengeluarkan keringat dengan cepat yang mebuat tubuh ini sehat“

Komentar