30 SDN di Kota Bogor, Pasca Bangunan Perpustakaan Ambruk Bakal di Renovasi

(Headlinebogor) – Pihak Dinas Pendidikan Kota Bogor, langsung beraksi terjadinya ambruknya bangunan Perpustakaan SDN Pakuan 2 Kota Bogor. Bangunan itu ambruk akibat rangka atap sudah rapuh.

Fahrudin sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor, Mengatakan selain janji memperbaiki bangunan itu, 30 dari 50 sekolah rusak di Kota Bogor akan di renovasi.

“Tahun ini sedikit ada 30 (SD)  Sekolah Dasar akan diperbaiki,” Ujarnya Fahrudin Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor, mendampingi Wali Kota Bogor, Bima Arya meninjau Kondisi ruangan roboh di SD Negeri Pakuan 2, Bogor, Selasa (14/2).

“untuk merenovasi puluhan bangunan sekolah akan menghabiskan biaya Rp 26 milyar. Dari 30 (SD) Sekolah Dasar yang akan diperbaiki dan tidak semuanya di renovasi, namun akan disesuaikan dengan tingkat kerusakannya, “Fahrudin Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor.

“Dari 30 SD itu, 15 SD diantaranya akan di revitalisasi, 4SD direstorasi, 5 SD direhabilitasi dan 6SD melaksanakan pembangunan Ruang kelas Baru (RKB). Bangunan SD yang direstorasi merupakan bangunan sekolah cagar budaya seperti SD Pengadilan,” Ujarnya Fahrudin, seperti yang dilansir oleh Merdeka.com.

Oleh karena itu dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor, Bima Arya menuturkan, lapuknya kayu yang menyebabkan sejumlah gedung sekolah rusak akibat dimakan rayap. “Apalagi ditambah keadaan cuaca yang ekstrim dan curah hujan tinggi dan kencangnya angin,”Ujarnya Bima Wali Kota Bogor.

Pasca kejadian ambruknya gedung perpustakaan, Bima Menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk memeriksa kondisi bangunan Sekolah Dasar lainnya di Kota Bogor. Khusus untuk SD Negeri Pakuan 2, pada tahun 2017 ini memang sudah masuk daftar sekolah yang akan di revitalisasi. Itu sebabnya selesai dicek , nantinya diseain bangunan akan disesuaikan.

“Alhamdulilah kegiatan belajar mengajar tidak terganggu, untuk sementara waktu ini jadwal telah di atur ulang oleh pihak sekolah,”tutup Bima.

SD Negeri Pakuan 2 terakhir dibangun pada tahun 2003. Ruangan yang roboh dibangun sekitar 3 tahun setelahnya. Dan saat ini jumlah siswa tercatat lebih dari 500 orang. (ADR)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*