Aksi Solidaritas Petani Kendeng PMII UIKA

Bogor (Headlinebogor.com) – Aksi solidaritas yang digelar oleh puluhan Mahasiswa tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Kota Bogor, yang berpusat di Tugu Kujang. Mereka melihat pemerintah dan kemanan terkesan tidak melindungi hak para petani. Padahal apa yang dimakan kini adalah hasil keringat dari petani.

“Kemarin di Majalengka para petani digusur untuk pembangun Bandara Internasional Jawa Barat, dan baru-baru ini kembali lagi petani di Gunung Kendeng yang menjadi korban keberpihakan pemerintah kepada kaum kapitalis,” beber koordinator aksi, Iqbal Afgani, (24/3).

Menurutnya, tindakan represif dan otoriter yang dilakukan pemerintah dengan menggunakan kekuatan polisi dan tentara tidak semestinya dilakukan. Pemerintah seharusnya melakukan negosiasi yang bermartabat dan saling menguntungkan kedua pihak. Sebab, bagaimanapun rakyat adalah pemilik sah republik ini.

“Pemerintah telah melanggar UU No. 2 Tahun 2012, karena pembangunan sejatinya ditujukan untuk mengangkat harkat hidup dan mensejahterakan rakyat, bukan menjadikan rakyat sebagai tumbal atau korban,” jelasnya.

Hal senada diutarakan Ketua PMII Komisariat UIKA Bogor Angga, yang terkesan acuh atas konflik agraria terlebih menimpa para petani. Padahal, Jokowi sempat berjanji akan menyediakan kurang lebih tiga juta hektar bagi para petani Indonesia.

“Kami ingin jangan sampai nawa cita yang sering di janjikan Jokowi menjadi duka cita bagi warga Indonesia,” ungkapnya.

Pria yang berbadan gemuk itu menuntut keras, agar pemerintah mencabut proyek perizinan operasi perusahaan-perusahaan yang merusak alam dan menyusahkan para petani.

“Sungguh ironis, di satu pihak pemerintah Republik Indonesia menggembar-gemborkan itikad menjadi resolusi sejati, dari krisis perubahan iklim dan hilangnya keragaman hayati. Namun, mereka juga enggan menuntaskan kasus hukum yang menjerat para pengusaha,” pintanya.

 

 

Wartawan : Andi/Publikbogor.com

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*