BALAI BAHASA JABAR-FKIP UNIVERSITAS PAKUAN GELAR PELATIHAN METODOLOGI PENGAJARAN BIPA BAGI DOSEN SEKOTA BOGOR

Jabaronline.com – Balai Bahasa Jawa Barat bekerja sama dengan Prodi PBS Indonesia FKIP Universitas Pakuan menyelenggarakan Pelatihan Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Peserta pelatihan ini terdiri atas dosen-dosen yang mengajarkan bahasa Indonesia, baik yang berasal dari Prodi Pendidikan Bahasa/Sastra Indonesia maupun dari program studi lain. Para dosen yang hadir antara lain dari Unpak diwakili oleh FKIP (Prodi PBS Indonesia, Prodi PB Inggris, dan Prodi PGSD) serta FISIB. Dari luar Unpak diwakili oleh IPB, UIKA, STKIP Muhamadiyah, dan perwakilan PT lain di Bogor.

Menurut Sutejo, Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, “Pelatiha ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, tanggal 25-26 Septemeber 2017, khusus untuk para dosen yang mengajarkan bahasa Indonesia yang berasal dari Prodi Pendidikan Bahasa/Sastra Indonesia. Tahap kedua, tanggal 27-28 September 2017 pelatihan pengajaran BIPA dikhususkan untuk dosen-dosen yang mengajarkan bahasa asing.” Lebih lanjut Sutejo menjelaskan bahwa tujuan pelatihan ini adalah menyiapkan para tenaga pengajar bahasa Indonesia dan bahasa asing di perguruan tinggi, khususnya di Kota Bogor untuk menambah wawasan tentang  metodologi pengajaran BIPA dan bisa diaplikasikan di institusinya masing-masing. “Kami menyambut gembira semangat para peserta dalam pelatihan ini.” Ujarnya.

Acara yang dibuka oleh Dekan FKIP, Deddy Sofyan, berlangsung mulai pukul 08.30. Dalam sambutannya, Deddy Sofyan menjelaskan bahwa saat ini banyak tenaga asing yang bekerja di Indonesia, tetapi mereka kesulitan memahami bahasa Indonesia. Oleh karena, itu acara ini menjadi jawaban bagaimana keseriusan kita menyiapkan tenaga pengajar bahasa Indoneseia untuk orang asing. Lebih lanjut Deddy Sofyan menambahkan bahwa beliau juga pernah menjadi tenaga pengajar bahasa Indonesia bagi oraang asing. Beliau bertutur tentang pengalamnanya tahun 1984 ketika mengajar orang asing yang berasal dari Jerman dan Inggris. Mereka serius sekali dalam mempelajari bahasa indonesia meskipun sering salah terutama dalam pemilihan diksi. “Saat itu belum banyak metodologi pengajaran BIPA seperti saat ini. Jadi, perlu upaya keras untuk mebelajarkan mereka. Bahkan hampir setiap hari pembelajaran itu dilakukan, baik ketika di dalam maupun di luar kelas,“ punggkas Deddy.

Ade Mulyanah, ketua panitia, menjelaskan, “Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Universitas Pakuan, FKIP, dan prodi PBS Indonesia, serta semua pihak yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga kerja sama ini dapat terus berlangsung dan semakin mempererat silaturahim antara Unpak dan Balai Bahasa jawa barat. Insyaallah ke depan kami juga akan berusaha keras agar program ini bisa menjangkau para guru, khususnya guru bahasa Indonesia.”

Disinggung tentang persiapan kegiatan ini, ketua Prodi PBS Indonesia, Suhendra, menyatakan, “Kegiatan ini sudah lama kami persiapkan dengan Balai Bahasa Jawa Barat. Februari tahun ini, Tim balai bahasa yang dipimpin Ade Mulyanah melakukan kunjungan ke prodi PBS Indonesia, FKIP Unpak. Kami mematangkan rencana ini. Alhamdulillah September tahun ini juga kegiatan ini dapat terealisasi dengan baik. Bahkan kami baru saja melakukan penandatanganan kerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Barat untuk pengembangan metode pembelajaran BIPA di Prodi PBS Indonesia,” lanjut Suhendra.

Acara yang berlangsung mulai pukul 08.30-16.00 boleh dibilang sukses. Pasalnya materi yang disampaikan oleh narasumber, Nuny Sulistiany Idris, ini sesuai dengan harapan peserta. Bahkan banyak metode-metode baru yang diperkenalkan kepada peserta. Salah seorang peserta yang berasal dari UIKA, Fauzi Syamsuar, merasa gembira. Meskipun beliau juga sebagai pengajar BIPA, melalui pelatihan ini banyak hal baru yang diperoleh. “Semoga Unpak terus berkomitmen menjadi model dalam pengembangn metode pengajaran BIPA, khususnya di Bogor ini,” pungkasnya. (**)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*