BEM KBM UNPAK DESAK PDAM TIRTA PAKUAN LEBIH BAIK MELALUI AUDIENSI

BOGOR KOTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Pakuan (Unpak) Bogor lakukan audiensi membahas permasalahan kesulitan air di titik wilayah Kota Bogor dengan PDAM Tirta Pakuan Bogor pada Kamis (2/8) berlokasi di gedung aula PDAM Tirta Pakuan, Jl. Siliwangi No.121, Sukasari, Bogor Timur, Kota Bogor.

Dwiansyah selaku presiden mahasiswa BEM KBM UNPAK, menyampaikan bahwa Kota Bogor secara geografis di apit oleh 2 gunung yaitu gunung salak dan gunung gede juga kota Bogor adalah kota yang hujannya tidak mampu diprediksi kapan turun serta melimpah ruah cadangan airnya, namun menjadi sebuah persoalan bagi kita ditataran masyarakat kota bogor bilamana dikota hujan ini masyarakat malah berbicara kesusahan mendapatkan air, Pengguna pdam kurang lebih adalah 10% dari total masyarakat kota Bogor jika tidak salah jumlahnya adalah 154.670 pengguna pelayanan pdam ini.

Keluhan-keluhan yang disampaikan oleh pengguna PDAM kepada kami BEM-KBM adalah bentuk ketidak selarasan antara visi PDAM tersebut dengan bentuk nyata yang dirasakan masyarakat.

Maka PDAM harus segera memperbaiki segala bentuk yang berhubungan dengan perbaikan layanan agar masyarakat mencapai kepuasan atas kualitas dan kuantitas air sehingga BUMD dalam hal ini PDAM menjadi badan usaha daerah yang bermutu.
Tegas bagi kami beberapa daerah yang kami lakukan survei wajib dalam 1 bulan kedepan menjadi titik fokus juga untuk pdam perbaiki yaitu ciheuleut, cimahpar dan tajur, “tuturnya.

Ramdhani, selaku Menteri Luar Kampus BEM KBM Unpak memaparkan kajian terkait permasalahan kesulitan air yang di alami masyarakat sudah terbilang memprihatinkan. Yang mana PDAM Tirta Pakuan harus lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dalam mendistribusikan air.

“Kami dari BEM KBM dan BLM KBM, BEM/BLM Se-Universitas Pakuan memaparkan kajian terkait permasalahan kesulitan air yang di alami masyarakat sudah terbilang memprihatinkan, seperti yang sudah di jelaskan oleh kami kepada awak media bulan lalu, bahwa semestinya PDAM Tirta Pakuan harus lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dalam mendistribusikan air,” tuturnya.

Dalam isi audiensi ini terdapat beberapa poin yang di ajukan oleh BEM KBM berdasarkan hasil kajian dan survey yang dilakukan sebelumnya dibeberapa titik permasalahan air ini, dan telah di sepakati oleh pihak pertama yaitu Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan, H. Deni Surya Sanjaya serta dari Presiden Mahasiswa BEM KBM Unpak, Muhammad Dwiansyah Damanik. Poin-poin tuntutan yang di ajuan ada delapan poin, yakni

1. PDAM Tirta Pakuan segera membuat dan menambah tempat tampungan cadangan air untuk mengatasi siklus alam yang selalu menjadi alasan pihak PDAM.

2. Mengutamakan keluhan atau laporan dari masyarakat terkait air yang sulit di dapatkan.

3. Segera tindak lanjuti bila ada keluhan dari masyarakat tentang air yang sulit.

4. Selalu mengecek kuantitas dan kualitas distribusi air yang disalurkan pada masyarakat.

5. Memodernisasikan seluruh teknologi yang diperlukan oleh PDAM agar kualitas air dan distribusi air pada masyarakat bermutu.

6. Mendistribusikan air secara merata pada masyarakat.

7. Menciptakan PDAM Tirta Pakuan sebagai perusahaan air daerah yang bisa menjamin mutu, kualitas, pelayanan, dan harga yang terjangkau pada masyarakat.

8. Melakukan pengecekan dan perbaikan langsung pada daerah-daerah yang dilaporkan oleh pihak mahasiswa dalam jangka waktu 1 bulan.

Ramdhani menegaskan, apa bila dari poin-poin tersebut ada yang tidak di laksanakan oleh pihak PDAM tirta Pakuan, maka sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati kedua belah pihak. Yakni Direktur PDAM Tirta Pakuan harus mengundurkan diri dari jabatan sekarang, sebagaimana terlampir di surat kesepakatan serta pihaknya  terbuka kepada masyarakat jika ingin menyampaikan keluhan terkait pelayanan yang diberikan PDAM ataupun unsur-unsur lain yang ada dikota bogor melalui nomor kontak  pribadi presiden mahasiswa 085716756925 atas nama Dwiansyah. (rilis)

Komentar