BEM KBM UNPAK Gelar Refleksi 20 Tahun Reformasi

Bertempatkan di Lapangan Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pakuan yang terakomodir oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pakuan Kabinet Pemersatu melakukan refleksi 20 tahun Reformasi yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan berupa upacara penaikan Bendera setengah tiang yang mengekspresikan tak tercapainya nilai cita2 reformasi, disusul dengan penampilan yang diberikan lembaga kemahasiswaan dari masing-masing fakultas berupa orasi, pembacaan puisi ataupun hal lainnya. Presiden Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pakuan yaitu saudara Muhammad Dwiansyah Damanik menjadi pembina dalam upacara tersebut.

Dalam pidato pada upacara tersebut, beliau mengutarakan bahwa perubahan yang terjadi dalam lintas masa tak lepas dari turun serta peran mahasiswa dari masa ke masa. Mahasiswa mampu memberikan pemikiran kronstuktif dalam artian kritik yang membangun bangsa ini. 20 tahun sudah bangsa ini telah reformasi. Berbagai pergerakan mahasiswa berhasil orde baru berhasil meruntuhkan era orde baru, era reformasi pun mewarnai wajah baru bangsa ini. Namun pasca reformasi pun berlalu,sangat disayangkan bila nilai cita-cita dari reformasi belum tercapai. Maka dari itu momentum 20 tahun reformasi ini sudah seharus dan selayaknya mahasiswa mengawal dan mengontrol amanah reformasi.

Kemudian setelah berlangsungnya upacara tersebut, dilanjut dengan orasi dan puisi yang disampaikan oleh lembaga kemahasiswaan dari mading masing fakultas. Setelah berada di penghujung acara, kegiatan tersebut pun diakhiri dengan pernyataan sikap yang di utarakan oleh menteri luar kampus yaitu saudara ramdhani. Berikut penyataan sikap yang disampaikan oleh beliau :
1. Kembalikan kedaulatan demokrasi tertinggi di tangan rakyat, pastikan tidak ada penindasan suara-suara kebebasan masyarakat dan jangan undang kembali
kekuasaan militer yang bertentangan dengan tuntutan reformasi!

2. Pastikan kesejahteraan tenaga kerja Indonesia, pembagian sistem yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah, dan pendidikan berkualitas dan terjangkau
bagi seluruh kalangan!

3. Ciptakan ketahanan energi dan kedaulatan pangan untuk memberikan kondisi
Indonesia yang berkelanjutan!

Selesai pernyataan sikap dengan menyampaikan tuntutan, keluarga besar mahasiswa universitas pakuan melanjutkan kegiatan aksi nasional di depan gedung DPR RI. (21/5-18)

Komentar