DID-STS Programkan Pembangunan RS Tanpa Kelas

BOGOR – Memasuki hari kedua kampanye Calon Wali Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata (DID) di dampingi Anggota Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka melakukan kunjungan ke Kampung Cikaret RW 10, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin (19/02/18).

Untuk mewujudkan visi misi partai sebagai partai pembela kaum marhaen, dirinya akan memprioritaskan pembangunan Rumah Sakit (RS) tanpa kelas.

Terobosan itu menjadi target, mengingat masih banyak masyarakat Kota Bogor yang belum mendapatkan haknya dibidang kesehatan, meski pembiayaan sudah di cover BPJS.

“Kami memiliki program kesehatan dan saya sendiri punya impian untuk membuat RSUD baru tanpa kelas,” ujarnya.

Untuk PDIP itu bukan hal yang mengawang-awang, karena PDIP sudah berhasil membuat RSUD tersebut di Cirebon dan Sukabumi yang diresmikan langsung oleh Ibu Megawati dan anggota DPR RI.

“Kita sudah tahu bahwa ruang kelas 3 di Bogor sangat kurang dan juga saya akan membuat sebuah ambulance dengan fasilitas yang lengkap dan dokter terbaik yang standby 24 jam,” ungkapnya.

Lebih lanjut, DID menambahkan, selain membuat RSUD baru tanpa kelas, dirinya juga akan memaksimalkan puskesmas dan lapangan pekerjaan.

Menurut Dadang, melihat daerah yang dikunnujnginya termasuk ujung dari daerah Selatan, maka tentunya harus mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota, terutama masalah kesehatannya.

“Kebanyakan dari mereka suaminya kerja serabutan, untuk memenuhi kebutuhan primer saja masih susah apalagi kebutuhan yang lain, jadi pelayanan disini sudah bagus dan saya sangat mendukung, karena itulah suatu bentuk kepedulian kita dari kader-kader PDI Perjuangan dalam memperhatikan masyarakat khususnya di daerah pinggiran,” ucap Dadang.

Masalah lapangan kerja, dirinya punya program yakni mendorong DPRD membuat perda yang mewajibkan 50 persen semua tempat usaha, hotel, atau wisata harus memperkerjakan orang Bogor asli.

“Ditambah program padat karya yang sedang digaungkan oleh PDIP bahwa semua kontraktor yang membangun di Kota Bogor harus memperkerjakan warga sekitar,” jelasnya.

Sementara, Anggota Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka menuturkan, kehadiran DID ini dalam rangka membangun komunikasi langsung.

Jadi lanjut dia, interaksi dengan publik ini lah yang diharapkan bisa membangun kepemimpinan, karena jarak itu penting, banyak yang branding tapi tidak ada interaksi.

“Interaksi itu penting, tidak perlu mewah, cukup dengan pendekatan yang sederhana, kita harapkan hal-hal ini yang bisa mengantarkan Pak Dadang dalam memperkaya visi pilkadanya,” katanya.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*