Untuk Keluarga Ekonomi Lemah, AA Bogor Programkan Satu Rumah Satu Sarjana PANGGUNG

BOGOR – Pasangangan calon bupati dan wakil bupati Bogor jalur perseorangan, Ade Wardhana Adinata-Asep Ruhiyat tak terpengaruh hiruk pikuk partai politik yang bergerilya koalisi dan mencari calon pendamping. AA Bogor, demikian pasangan ini disebut, sudah fokus turun ke masyarakat menggalang dukungan.  Teranyar AA Bogor menggelar bakti sosial berupa pembagian beras kualitas super kepada 300 janda dan jompo di Kampung Dampit, Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kamis, 4 Januari 2018.

Di hadapan warga, Ade Wardhana Bogor mengatakan jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bogor periode 2018-2023 akan menjalan seluruh visi misi untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bogor. Walau Ade berjanji hanya akan memimpin selama satu periode saja, namun Ketua Perindo Jawa Barat ini meyakini mampu melakukan berbagai perubahan fundamental, baik dalam tata kelola pemerintahan maupun aspek pembangunan melalui program kerja yang konkret dan dibutuhkan masyarakat.

“Misalnya program satu rumah satu sarjana untuk masyarakat tidak mampu. Anaknya cerdas dan berprestasi, tapi tidak punya biaya, anak-anak bangsa seperti ini yang akan dibiayai kuliahnya sampai jadi sarjana oleh Pemkab Bogor,” kata Ade Wardhana.

Menurut calon bupati termuda ini, program satu rumah satu sarjana bukan mimpi yang  tak bisa diwujudkan. Kemampuan APBD Kabupaten Bogor yang lebih Rp 7 triliun, sangat memungkinkan untuk membiayai warganya yang  kurang mapan secara ekonomi.

“Karena membangun sebuah daerah dan bangsa tergantung kualitas sumber daya manusianya. Saya pikir itu realistis untuk mengejar ketertinggalan dengan kabupaten dan kota lain di Jawa Barat,” jelas Ketua DPW Perindo Jabar.

Ia juga menyampaikan, untuk memajukan perekonomian masyarakat Kabupaten Bogor, AA Bogor akan memberikan bantuan modal usaha Rp25 juta kepada pelaku UMKM di setiap Desa. Bantuan modal tersebut diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan, namun itu dana bergulir untuk pelaku usaha kecil lainnya.

“Artinya masyarakat yang mendapat pinjaman modal usaha itu harus mengembalikan, tapi tanpa bunga. Itu modal bergulir.  Karena saat ini banyak masyarakat yang punya kemampuan usaha, tapi tidak ada modal. Tujuannya agar ekonomi setiap desa berkembang,” Kepala Sekola MTS Al Amin Pamijahan ini.

AA Bogor juga membuat program intensif khusus kepada ketua RT dan RW.  Stimulus kepada RT dan RW yang merupakan ujung tombak pemerintah akan ditingkatkan menjadi Rp 1 juta perbula. “Tugas RT dan RW sangat mulia karena bersentuhan langsung dengan warga,” pungkas Ade.

Adapun dalam kegiatan sosial di Kampung Dampit, Ciomas, AA Bogor membagikan beras kepada 300 janda dan jompo. Pemberian beras Cuma-cuma itu bekerjasama dengan Kartini Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

sumber :polbo

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*