Kampanye Di Bogor Barat, STS Disambut Antusias Warga

BOGOR KOTA – Meski menduduki deretan calon kepala daerah terkaya di Pilwalkot Bogor, keseharian Calon Wakil Wali Kota Bogor nomor urut empat Sugeng Teguh Santoso tak pernah lepas dari sifat dan sikap sederhana yang melekat dalam dirinya.

Kesederhanaan sosok pasangan calon Wali Kota Bogor Dadang Danubrata itu juga mengiringi langkahnya saat hendak menyapa warga di wilayah Semplak, Bogor Barat dengan menggunakan jasa Ojek Online (Ojol), Minggu (04/03/18).

Sugeng tak malu untuk naik ojek online dari kediamannya di Parakan Salak, Kemang, Kabupaten Bogor hingga ke Semplak Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor.

Setibanya pukul 13.34 WIB, Sugeng selepas turun dari ojek online tetap di mulut Gang Swadaya RT 02 RW 02, langsung disambut meriah warga yang sedari tadi menunggunya.

Kedatangannya disambut meriah dengan penampilan marawais yang dimainkan oleh kelompok anak-anak wilayah setempat.

Pria yang kerap mengenakan kopiah hitam itu kemudian menyusuri jalan setapak bergegas untuk bertemu dengan warga yang sebagian sudah berkumpul di depan rumah mantan Ketua RW 02 H. Jaja Wijaya.

Sepanjang melewati gang, Sugeng disalami warga mulai anak-anak, kaum ibu maupun Bapak-bapak. Di sana, Sugeng terlihat dialog dan menyerap berbagai aspirasi dari warga selepas istirahat sebentar.

Secara umum kata dia, warga menyampaikan soal kesehatan, kemudian program pemerintah pusat seperti Rasta (beras kesejahteraan), PKH (Program Keluarga Harapan) dan kartu keluarga sehat, banyak dikeluhkan tidak tepat sasaran.

“Warga-warga yang tidak mampu atau di bawah pra sejahtera yang ada tidak dapat. Saya pikir, ini karena data yang dipakai adalah hasil verifikasi yang lalu,” ungkap Sugeng seusai dialog.

Sementara lanjut Sekertaris DPN Peradi itu, di Kota Bogor ini terjadi penurunan daya beli warga dan juga jumlah warga miskin mungkin bertambah karena pendapatan per kapita per tahun warga Kota Bogor Rp10 juta.

“Dari data BPS, daya beli warga Kota Bogor hanya Rp20 ribu per hari. Bayangkan, bisa tidak men-cover untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan, kesehatan, konsumsi, sandang, pangan dan papan. Pasti ini tidak (cover), karena terbukti IMP Kota Bogor tidak naik-naik selama 5 tahun,” urainya.

Untuk itulah, kata Sugeng , persoalan kesejahteraan masyarakat yang akan diperjuangkan olehnya. Ia akan membawa konsep advokasi kepada aparatur sipil negara.

“Cara kerja ASN, saya akan dorong menjadi cara kerja seorang profesional melakukan advokasi. Contoh, ASN tidak hanya sekedar mendata lalu selesai, tidak. Data tersebut harus diolah, dan diperjuangkan sampai ke sasaran,” tegasnya.

Terkait program-program sumber anggaran dari pemerintah pusat, Sugeng juga akan memperjuangkannya melalui anggota DPR RI. Begitu juga, misalnya tentang infrastruktur, pemerintah daerah akan berjuang ke kementerian PUPR.

“Ini yang namanya kerja advokasi, dan ini yang harus ditanamkan untuk menjawab persoalan-persoalan warga Kota Bogor,” tandasnya.

Sementara itu, saat ditanya alasan memilih naik ojek online, Sugeng mengatakan, bahwa moda transportasi ini dinilai lebih praktis untuk mengejar waktu tiba di lokasi dan juga bisa menghindari kemacetan.

“Saya tadi mengejar waktu untuk sampai disini, dan saya memang biasa menggunakan hal-hal yang praktis. Saya ingin merasakan apa yang dirasakan juga oleh warga,” pungkas Sugeng.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*