Melihat Sosok Pemimpin Bangsa Terdahulu di Museum Kepresidenan

(Headlinebogor.com) – Museum Kepresidenan Terletak di dalam Kompleks Istana Bogor, Museum Kepresidenan Balai Kirti didirikan untuk menanamkan nilai-nilai menghargai pemimpin bangsa terdahulu kepada generasi muda. Salah satu pemandu museum, Nabiha, menjelaskan bahwa Museum Kepresidenan digagas dan dibangun pada zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

“Museum Kepresidenan diresmikan oleh Pak SBY pada 18 oktober 2014, atau dua hari sebelum beliau selesai menjabat,” kata alumnus Sejarah Universitas Indonesia ini, pada Sabtu, 22 April 2017.

Museum yang berada pusat Kota Bogor ini terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama berisi Galeri Kebangsaan, yang menyajikan sejarah umun bangsa Indonesia. Di lantai ini, pengunjung museum dapat menikmati patung garuda, peta digital Indonesia berserta penjelasan dalam bentuk audio, gambar keenam Presiden Indonesia tak ketinggalan terpasang di sana.

Museum Kepresidenan Balai Kirti, Bogor (Liputan6.com/Hotnida Novita Sary)

Yang tentunya paling menarik perhatian di lantai satu ini adalah berdirinya patung keenam Presiden Indonesia terdahulu. Patung yang dibuat dengan perbandingan 1:1,5 ini paling menarik perhatian pengujung untuk berfoto.

“Patung-patung ini dibuat oleh Yusman, seniman asal Bantul, Yogyakarta. Gaya masing-masing patung disesuaikan dengan karakter khas sang presiden. Misalnya, Presiden Sukarno terkenal dengan gaya berorasinya yang menggebu-gebu dan bersemangat, jadi dibuatlah rupa patung beliau seperti itu (mengacungkan tangan ke depan),” Nabiha menjelaskan.

Museum ini hanya menampilkan sosok presiden yang sudah tidak menjabat lagi. Nabiha mengatakan, profil dan patung Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi akan ditampilkan di museum ini ketika sudah tidak menjabat nanti.

“Kalau lantai dua adalah Galeri Kepresidenan. Di sini ada profil presiden, ada juga foto-foto kepresidenan bersama sejumlah pemimpin negara dan tokoh dunia, ada juga benda-benda pribadi sang presiden,” kata Nabiha.

Galeri Kepresidenan dibagi ke dalam enam ruang, yaitu Ruang Sukarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan terakhir Susilo Bambang Yudhoyono. Namun sayang, di ruang-ruang koleksi ini tidak diperkenankan untuk mengambil gambar karena banyak koleksi pribadi para presiden.

Di sini kita dapat menjumpai lukisan presiden ketika menjabat, pakaian resmi kenegaraan baik yang asli maupun replika, tanda penghargaan dan jasa yang pernah diterima. Tak ayal, koleksi-koleksi ini membangkitkan kenangan yang baik tentang sang presiden.

Salah satu sudut perpustakaan di Museum Kepresidenan Balai Kirti (Liputan6.com/Hotnida Novita Sary)

Ada pula video sepak terjang masing-masing presiden ketika menjabat, yang berisi pencapaian-pencapaian dan prestasi yang diraih ketika itu. Kita bisa mendengar penjelasannya melalui beberapa headphone yang telah disediakan.

Di lantai 2 pula kita dapat menemukan Perpustakaan Kepresidenan. Perpustakaan ini dirancang sangat nyaman. Rak-rak buku disusun rapi sesuai presiden pertama. Ada karpet bagi pengunjung yang ingin duduk lesehan di bawah. Selain itu, disediakan pula bangku dan meja, bahkan sofa agak pengunjung semakin nyaman.

“Di sini kita bisa menemukan buku-buku favorit dan buku-buku hasil karya presiden terdahulu. Kebayakan sih buku-buku Bung Karno. Tapi (buku-buku) enggak bisa dipinjam,” kata Bambang, salah satu penjaga perpustakaan.

Sementara itu, lantai 3 museum adalah taman yang beratapkan langit terbuka. Ada bunga, rumput, serta sebuah sofa dan meja untuk pengunjung.

Museum Kepresidenan Balai Kirti buka setiap Selasa sampai Jumat pukul 09.00-15.00 WIB, Sabtu-Minggu pukul 09.00-13.00 WIB. Sementara pada Senin dan libur nasional, museum tutup.

Pengunjung yang ingin datang ke museum ini tidak akan dipungut bayaran alias gratis. Namun, kamu harus mendaftar dulu dengan mengirimkan email ke museumkepresidenanindonesia@gmail.com. Dalam email, kamu harus mencantumkan tanggal kunjungan serta jumlah rombongan.

Selain itu, karena berada satu kompleks dengan Istana Bogor, kita diharuskan menggunakan pakaian rapi jika ingin mengunjungi museum. Misalnya, tidak boleh menggunakan kaus, sendal, celana jeans, atau atasan tanpa lengan.

Museum Kepresidenan merekam dan mendokumentasikan hidup dan sejarah para kepala negara terdahulu Indonesia. Meski tidak semuanya berakhir baik, tetap ada pelajaran dan kisah positif yang dapat kita dapat. Hal itu juga yang diajarkan para presiden terdahulu kita.

 

 

 

 

Sumber : Liputan6.com

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*