Siswi SMP Di Bogor Dibawa Kabur Sejak April Lalu

Bogor (Headlinebogor.com) – Yuni Amalia (16), gadis dibawah umur  hilang dibawa kabur. Warga Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor itu sudah tak lagi pulang ke rumah sejak 26 April 2017. Sudah 23 hari, Yuni alias Enai yang baru lulus SMP itu membuat orang tuanya kebingungan hingga akhirnya melapor polisi, kemarin.

Hampir satu bulan berlalu, Enai putri Dadang Sumarna (59) menghilang. Di rumahnya di Asrama Pusdikzi Nomor 20, RT 02/02 Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, sang ayah sudah kehabisan cara untuk menemukan putrinya.

Enai, putri kelima dari enam bersaudara itu tak ada kabar setelah melakukan cuci darah di RS PMI (26/4) lalu. Tapi, bukannya pulang ke rumah, ABG yang baru lulus SMP tahun ini justru tak lagi menampakan batang hidungnya.

“Habis cuci darah darah dia enggak pulang. Setelah dua hari juga enggak ada kabar sampai kami tanya ke semua teman-temannya,”ungkap Dadang.

Sebelum hilang, Enai mengenakan kaos berwarna abu-abu lengan panjang, celana jeans pendek, sepatu kets warna silver. Biasanya, kata Dadang jika tak pulang, putrinya selalu mengabari. Enai juga tak menunjukkan keanehan apapun. Namun, belakangan ia sering memergoki putrinya senang bermain HP. Sayang, ponselnya sengaja dikunci.

“Memang sebelum hilang dia sering main hp. Enggak tahu isinya apa karena dipassword (ponsel Enai,red),”tutur lelaki yang sudah 20 tahun menjadi penjaga sekolah di SMP Sapta Marga Bogor.

Di mata keluarga, Enai dikenal mudah bergaul. Namun karena penyakitnya thalasemia yang dideritanya, emosinya selalu tidak stabil. Tiga hari sejak kepergian putrinya, adiknya pernah memergoki status Facebook Enai.

Dalam facebook itu, Enai mengaku sudah tenang dan mau menikah. Ia juga memposting foto bersama lelaki mirip pengamen dengan baju yang sama saat dinyatakan hilang.

“Adiknya (Arif,red) bilang begitu. Karena dia sempat memergoki facebook kakaknya. Setelah itu non aktif, begitu juga dengan nomornya,”urainya.

Sampai akhirnya sudah 23 hari berlalu, Dadang memutuskan untuk melapor Bhabinkamtibmas dan dilanjutkan ke Polsek Bogor Selatan.

“Dia cuma bilang, sekarang sudah tenang, dan mau nikah katanya, tapi belum jelas maksudnya apa. Setelah itu, tidak ada kontak lagi,” ujarnya.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Lawanggintung, Aiptu Teguh Purwanto menuturkan, diperkirakan Enai pergi bersama ‘Ambon’, seorang teman di medsos facebooknya, yang diduga sering berada di sekitaran Jalan Soleh Iskandar sebagai pengamen jalanan.  “Tadi siang (kemarin, red) pihak keluarga baru melaporkan hilangnya anak mereka itu, kini pencarian kami sudah sampai menelusuri ke Jalan Baru, karena laki-laki itu sering kelihatan ngamen disana,” katanya saat dihubungi Metropolitan.

Teguh menambahkan, korban itu anaknya pendiam dan cenderung tertutup. “Dia itu harusnya sekarang kelas satu SMA, namun tidak meneruskan sekolahnya dan hanya sampai SMP. Anaknya tidak macam-macam, anak rumahan yang cenderung pendiam,” tukasnya.

Diduga korban memiliki hubungan khusus dengan lelaki bernama Ambon tersebut. Teguh mengatakan, pihak keluarga sendiri baru mengetahui lelaki yang bernama Ambon setelah anaknya hilang. “Kami menduga, selama ini Enai melakukan kontak melalui handphone, jadi orang tua tidak tahu perihal hubungan keduanya. Apalagi kan dia sakit, jadi tergolong anak rumahan yang jarang keluar rumah,” lanjutnya.

Sekedar diketahui, Enai punya ciri-ciri berkulit sawo matang, bermata sipit dan rambut panjang sebahu. Jika masyarakat ada yang melihat bisa melaporkan ke polsek terdekat.

 

 

 

 

 

(Metropolitan.id)

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*