UNIVERSITAS PAKUAN LATIH PARA GURU MENULIS ARTIKEL ILMIAH

BOGOR – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Pakuan bekerja sama dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor melakukan kegiatan pelatihan menulis artikel ilmah untuk kepala Sekolah dan guru SD/SMP/MTs. Kegiatan yang merupakan pengabdian kepada masyarakat ini mendapat sambutan meriah dari para peserta. Kegiatan yang diselenggarakan di SDN Palasari 1 ini berlangsung mulai pukul 08.00 sampai dengan 13.00. Para peserta yang didominasi para kepala sekolah ini tampak antusias setelah menyimak pemaparan para narasumber tentang topik-topik yang ditawarkan, yakni pembelajaran, kebahasaan, dan kesastraan.

Koordinator Pendidikan Kecamatan Cijeruk, H. Aa Juanda, dalam sambutannya menuturkan, “Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Pakuan yang peduli dengan  para guru dan kepala sekolah di Kecamatan Cijeruk. Sudah lama kami berharap ada kegiatan ini. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan kualitas SDM, khususnya dalam pendidikan. Semoga kegiatan ini tidak terputus dan berlanjut terus.” Senada dengan itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), H. Cecep Muhidin, juga merasa gembira karena Universitas Pakuan menyelenggarakan kegiatan ini. “Karena keterbatasan tenaga dan anggaran, kita tidak bisa sepenuhnya berharap pada pemerintah dalam meningkatkan SDM para guru. Oleh karena itu, peran perguruan tinggi, seperti Universitas Pakuan, apalagi jaraknya dekat dengan kami,  sangat kami harapkan.” Pungkas pria yang akrab disapa H. Cecep itu.

Salah seorang kepala sekolah, Yati Maryati, merasa lega dan bertambah wawasannya setelah memahami beragam topik-topik peneltian yang bisa diangkat. Ternyata bahasa Indonesia yang selama ini dipandang sebagai bahasa pengantar saja, bila dikaji lebih dalam dapat memunculkan  beragam prsoalan yang bisa diangkat sebagi penelitian. “Di buku teks siswa ini banyak cerita-cerita rakyat dan cerita fabel. Ternyata, bila ditelaah, cerita-cerita itu banyak mengandung nilai-nilai pendidikan, nilai-nilai moral, nilai sosial dan yang lainnya. Ini bisa kita gali melalui penelitian dan manfaatnya bisa kita implementasikan dalam pembelajaran di kelas.” Aam Nurjaman, salah seorang narasumber, menguatkan hal itu. Dalam sastra ada banyak hal bisa kita peroleh. Sastra adalah cermin kehidupan. Sastra diambil dari pengalaman hidup manusia, meskipun tidak semua sastra bersumber dari pengalaman hidup manusia. Dalam sastra banyak kearifan-kearifan yang bisa dipelajari oleh siswa. Melalui sastra siswa diajarkan mengenal baik-buruk,  benar-salah. Itulah sebabnya, sejak SD sastra selalu diajarkan pada siswa.

Ketika ditanya, apa tujuan utama kegiatan ini, Suhendra, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, menjelaskan bahawa, “Kami ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para guru. Perguruan tinggi bukan seperti menara gading; tetapi harus memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar melalui pengabdian kepada masyarakat, sebagai salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi.  Kegiatan ini adalah muara dari berbagai kegiatan pengabdian yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Cijeruk. Mulai dari Diksat Mengabdi, Penyuluhan Bahasa, sampai dengan penunulisan artikel ilmiah ini. Semua kegiatan mengambil tema yang sama, pembelajaran, kebahasaan, dan kesastraan, termasuk literasi.”

Kegiatan-kegiatan sebelumnya merupakan pemaparan tentang teori-teori atau pengetahuan-pengetahuan keilmuan tentang tema-tema itu. Ketika para guru sudah memahami itu semua, muaranya adalah bagaimana  melakukan penelitian tentang tema-tema itu. Melalui kegiatan inilah kami berharap para guru mampu melakukan penelitian dan menuliskannya dalam bentuk  artikel ilmiah. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap pertama, masih ada tiga tahapan berikutnya yang akan kami lakukan agar para guru benar-benar mampu mngimplementasikan pengetahuan yang diperoleh sebelumnya menjadi sebuah bentuk penelitian.

Kegiatan pengabdian tahap pertama ini berlangsung hampir satu hari. Para peserta berharap agar kegiatan ini ke depan dapat melibatkan para guru yang lebih banyak lagi. Karena pada umumnya para guru masih mengalami kendala dalam melakukan penelitian. Bukan tidak ada keinginan, melainkan butuh bimbingan seperti kegiatan yang dilakukan oleh Universitas Pakuan ini. Semoga. (*)

 

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*