Warga Desa Cibatutiga Tolak Pembangunan Waduk Cibeet

BOGOR – Ratusan warga Desa Cibatutiga memadati aula pertemuan yang diadakan oleh Satker BBW sungai Citarum dan PT Rencana Cipta Mandiri di Aula Desa Cibatutiga untuk sosialisasi pelaksanaan pekerjaan larap Bendungan Cibeet 18/07/18.

Berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementrian PUPR, Pusat Balsi Besar Wilayah Sungai Citarum, menerangkan bahwa wilayah yang akan terkena dampak pembangunan Waduk Cibeet termasuk kedalam wilayah adminstrasi 2 Kecamatan, yaitu Cariu dan Kecamatan Tanjungsari dengan luas yang akan tergenang adalah 1039,99 ha 3000 KK diantara desa yang akan tergenang Desa Cariu, Desa Kutamekar, Desa Cikutamahi, Desa Mekarwangi, Desa Cibatu Tiga, Desa Bantar Kuning, Desa Karya Mekar, Desa Tanjungrasa dan Desa Antajaya.

Waduk Cibeet ini diproyeksikan mempunyai daya tampung hingga 60 juta meter kubik. Air waduk tersebut akan dimanfaatkan untuk irigasi lahan pesawahan seluas 1.900 hektare, dan sumber air baku dengan kapasitas debit 5 meter kubik per detik.

Yang nantinya waduk ini bisa melayani PDAM di kawasan Bekasi-Karawang selain mengalir ke kawasan industri.
Diskusi baru dimulai sekitar 20 menit terjadi keributan dikarenakan masyarakat tidak setuju dengan rencana pembangunan Waduk Cibeet dengan penjelasan dari pihak BBW Citarum P. Hartono yang menyinggung masyarakat dengan bentuk ganti rugi.

P. Sukarta sebagai perwakilan dari pihak masyarakat Desa Cibatutiga menolak keras rencana pembangunan Waduk Cibeet yang akan dilaksanakan di dua kecamatan yaitu Cariu dan Tanjungsari. (Atx)

Komentar