Modus Penipuan Penyalur Tenaga Kerja

(Headlinebogor.com) – Penipuan dengan iming-iming diterima bekerja di perusahaan seringkali terdengar. Ada berbagai cara yang dilakukan oleh orang tak bertanggungjawab untuk menipu korbannya.

Mulai dari berkedok jasa penyalur tenaga kerja, hingga penipuan menggunakan jejaring sosial seperti blackberry messenger (BBM). Penipuan calon tenaga kerja dengan memanfaatkan jejaring sosial ini dialami oleh Fajar Hardianto.

Warga Kampung Buluponcol, Desa Setiamekar, Tambun Selatan ini tertipu oleh seseorang yang baru ia kenal di jejaring sosial BBM. Akibat peristiwa ini, ia mengalami kerugian sebesar Rp2,5 juta.

Selain Fajar, ternyata ada empat orang temannya yang juga mengalami nasib serupa. Mereka adalah Widiawati, Riri, Alifah dan Daniel.

Fajar memang ingin bekerja di perusahaan. Setiap hari ia selalu mencari informasi lowongan pekerjaan, mulai dari media cetak hingga dari teman-temannya. Gayung pun bersambut. Pada 25 Maret 2017 lalu ia diinvite di jejaring sosial BBM oleh seseorang bernama Widodo.

Dalam pertemanannya itu, Widodo mengaku menjabat sebagai HRD di PT Exedy Manufacturing. Tanpa curiga, Fajar pun senang karena bisa langsung berkomunikasi dengan ‘orang dalam’ perusahaan.

Fajar dan Widodo terlibat percakapan serius. Fajar dijanjikan sebagai operator di salah satu perusahaan di Karawang. Namun dengan syarat, ia harus menyetor uang sebesar Rp2,5 juta ke Bank Permata dengan nomor rekening 4121298975 atas nama Eko Rohmat Widya.

Tanpa pikir panjang, Fajar bersama temannya menuruti permintaan lelaki yang bernama Widodo tersebut. Agar aksi tipu-tipu berjalan mulus, Fajar dan temannya diminta menyiapkan berkas untuk keperluan melamar pekerjaan.

Fajar dan temannya dijanjikan kontrak kerja selama setahun di perusahaan tersebut. Setelah uang ditransfer, mereka diminta datang ke perusahaan itu keesokan harinya di Jalan Permata V, Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang.

“Kami diminta membawa bukti transfer untuk ditukarkan dengan baju seragam dan ID card,” katanya.

Fajar dan temannya datang ke perusahaan yang disebutkan oleh Widodo. Dengan percaya diri, mereka bertemu satpam perusahaan tersebut dan menanyakan Widodo.

Bukan jawaban yang diinginkan, justru pernyataan satpam perusahaan ini membuat Fajar dan teman-temannya panik. Pasalnya, si satpam mengatakan kalau Widodo bukan menjabat sebagai HRD, melainkan sopir perusahaan. Itupun, kata satpam, Widodo sudah tidak bekerja di perusahaan itu lagi.

“Ternyata kami tertipu mantan sopir dan uang kami lenyap,” katanya.

Kesal menjadi korban penipuan, Fajar dan teman-temannya melaporkan peristiwa ini ke Polsek Tambun dan menyerahkan bukti berupa struk transfer uang.

“Sementara BBM milik lelaki yang mengaku Widodo dengan pin D70BCB93 saat ini sudah tidak aktif,” ucapnya.

Polsek Tambun masih memburu pelaku penipuan ini. Jika tertangkap, pelaku diancam pasal 378 KUHP dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

“Jika tersangka sudah kita amankan akan dikenakan pasal tentang penipuan dengan hukuman minimal 4 tahun penjara,” kata Kapolsek Tambun, Kompol Bobby Kusumawardhana.

 

 

 

Sumber : Pojokjabar.com

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*