Tag Archives: cerpen

Cerpen Sepasang Waktu Karya Divia “VeliaRis” Uzukriyah-

Sepasang Waktu Sajak panjang yang tak berkesudahan   Napas sesak penuh tanya Mata nanar penuh ingatan Sorot hampa penuh keraguan Hadir gamang penuh kebimbangan Masihkan bisa bersama?   Ada malam-malam penuh harap Namun tak kunjung jua kita bertatap Ada malam-malam penuh doa dan sajak Namun tak kunjung juga hati kita beranjak   Apakah “rasa” bersalah? Bilamana ia tak memiliki arah? ...

Read More »

Cerpen “Aku dan Kamu” Karya Muhammad Ichbal Tawakal

Aku dan Kamu Aku dan kamu memang berbeda : aku perempuan dan kamu laki-laki, aku cantik dan kamu tampan,  aku suka kucing dan kamu suka anjing. Satu hal yang sama dalam diri kita : kita sama-sama sepi, hanya berbeda dalam merayakannya. Aku merayakan sepiku dengan mewah dengan kesibukan yang menggila dan hura-hura. Setidaknya orang lain tidak tahu bagaimana sepiku.  Kamu ...

Read More »

Cerpen “Kamasutra Politik” Karya Fery Yuliansyah

Kamasutra Politik Oleh Fery Yuliansyah   “Siapa anda?  Berani  sekali menentang keinginan saya?” “Hanya seekor keledai busuk yang hanya bisa di hina tanpa membalas.” “Apakah saya terlihat dan terdengar seperti sedang menghina anda?” “Kau seperti seekor kucing yang berlagak seperti singa.” Keributan semakin terpecah kala seorang jumawa memerintahkah aliansinya untuk menghancurkan kemerdekaan bangsa demi maraup keuntungan. Mengorbankan aliansinya agar dapat ...

Read More »

Cerpen “Allah Masih Sayang Kita” Karya Nurul Khoyimah

Semasa kecil, aku hanya mendengar berbagai macam berita, bencana dan peristiwa melalui media telekomunikasi. Yaa, contoh sederhananya adalah televisi, karena aku lahir di era 90an dimana media online tidak mudah dan merambah seperti sekarang ini. Namun kini semua kejadian, peristiwa dan bencana seolah berada di depan mata. Gusaran kecemasan dan ketakutan kini aku rasakan. Peristiwa apa ? Ya, ledakan bom ...

Read More »

Cerpen Suamiku Tersayang ; Deden Fahmi Fadilah

1 Entah sudah berapa lama dan berapa kali, aku tak ingin mengingatnya, sayang. Setiap kamupulang dari luar kota karena urusan pekerjaanmu, aku sudah tahu pasti bahwa kamu akan membawakanku oleh-oleh baju kotor itu. Juga kamu selalu dalam keadaan lapar, maka semua hidangan istimewa yang kusajikan pasti kamu lahap tak bersisa. Setelah itu kamu merebahkan diri, dan mengomel—entah  pada siapa—bahwa kamu  ...

Read More »

Cerpen “Sang Juara” karya Kautsar Alfaritzi

SANG JUARA -Kautsar Alfaritzi- Kejadian itu telah memberiku banyak pelajaran dan banyak hal yang harus ku ubah dalam hidup ini. Terutama tentang cinta. Aku telah melupakan satu cinta yang benar-benar nyata dalam hidup ini. Ia selalu hadir dalam setiap langkahku dan doanya selalu mengiringi dalam setiap perjalananku. Cinta itu ada dari manusia yang luar biasa. Manusia yang kuat, bijaksana, dan ...

Read More »

Segumpal Daging ; Wildan F Mubarock

Aku membenamkan kebenaran dan menggantinya dengan rasa yang bernama dengki. Rasa yang tak pernahku pelajari di bangku sekolah dan tempat kuliah sekali pun. Rasa yang entah kapan mulai singgah dan menyeruput di benda yang mereka sapa ‘segumpal daging’. Aku sebenarnya membenci rasa ini. Dengki seakan mengikuti langkah kecilku dan berdansa di benakku yang berkabut lagi kalut bergelayut di pelupuk mata ...

Read More »

CERPEN : Lentera di Tengah Kegelapan

Lentera di Tengah Kegelapan   Waktu menunjukan pukul 05.00 WIB. Mentari pagi belum menunjukan cahayanya, namun, aku sudah memasukkan barang-barangku ke dalam mobil Avanzaku. Kamera, Tripod, Lighting dan perlengkapan lainnya sudah kumasukkan ke dalam mobil. “Sepertinya sudah semua,” gumamku. Namaku Indra, aku adalah seorang wartawan koran swasta. Aku sering dikirim ke luar kota untuk tugasku, memang melelahkan, tapi aku menikmatinya. ...

Read More »

Sepasang Waktu – Sajak panjang yang tak berkesudahan

Sepasang Waktu Sajak panjang yang tak berkesudahan   Napas sesak penuh tanya Mata nanar penuh ingatan Sorot hampa penuh keraguan Hadir gamang penuh kebimbangan Masihkan bisa bersama?   Ada malam-malam penuh harap Namun tak kunjung jua kita bertatap Ada malam-malam penuh doa dan sajak Namun tak kunjung juga hati kita beranjak   Apakah “rasa” bersalah? Bilamana ia tak memiliki arah? ...

Read More »

CERPEN ; Kampung Para Pencuri oleh Iis W Kartadinata

Awalnya Legok Badog adalah kampung yang ramai. Penduduknya hidup normal. Tanpa helaan nafas lelah dari manusianya. Ada adat saling memberi. Juga saling memahami kebutuhan satu sama lain. Setiap orang di kampung Legok Badog bebas menikmati apa pun yang bisa dinikmati. Miliknya sendiri maupun milik orang lain. Jika seseorang kehabisan makanan, pakaian, bahkan keperluan lain yang lebih mewah, dia bisa mengambil ...

Read More »