Martunis Anak Angkat Cristiano Ronaldo Korban Bencana Aceh

Martunis merupakan salah satu korban tsunami di Negara Aceh yang terjadi pada hari Minggu 26 Desember 2004, namun dengan keajaiban dan pertolongan Allah Martunis selamat dari bencana terebut. Selama 21 hari Matunis terombang ambing di lautan. Bahkan ibu, kakak dan adiknya pada saat itu nahas mereka hilang terhanyutkan oleh tarikan gelombang tsunami yang dahsyat, sehingga membuat mereka harus terpisah selamanya. Pada saat itu ayah martunis yang bernama Sarbini sedang bekerja di tambak. Martunis lahir di Banda Aceh pada 10 Oktober 1997, pada saat kejadian tsunami Martunis masih duduk di kelas III Sekolah Dasar dan berusia 7 tahun.

Perjuangan Martunis Untuk mempertahankan hidup di tengah goncangan tsunami hingga sekarang mencapai kesuksesan.

Tepatnya hari Minggu pagi, Martunis mempunyai rencana untuk bermain sepak bola bersama kawan-kawannya dilapangan kampung sekitarnya, bahkan ia sudah mengenakan baju Nasional Portugal, yang tak lain baju itu hanya bajakan yang ia beli di kota Aceh. Pada saat itu Martunis duduk di kelas III bersama dengan ibu, kakak laki-lakinya yang bernama Salwa , kakak perempuannya yang bernama A’la dan adiknya yang bernama Annisa. Tiba-tiba saat itu terdengar suara yang tidak seperti biasanya dan gelombang tsunami yang membuat mereka terkejut, tanpa membuang waktu lagi mereka langsung berusaha menyelamatkan diri dengan menaiki pick up milik tetangganya.

Saat itu mereka terkena gulungan ombak tsunami yang dahsyat, dan pick up yang mereka naiki tenggelam, lalu dengan keajaiban dan entah bagaiman ceritanya, ia muncul terbawa gelombang ke permukaan air. Sebelum terpisah dengan kakak, adik dan ibunya, Martunis bahkan sempat menarik tangan adiknya yang bernama Annisa, namun karena dahsyatnya gelombang tsunami saat itu, tangan Annisa pun terlepas dan akhirnya ibu, kakak dan adiknya hilang tersesat entah kemana.

Martunis selamat setelah mendapatkan sepotong kayu, lalu ia terapung-apung dan berpindah ke kasur yang melintas kearahnya, namun saat itu kasur yang ia naiki tenggelam dan ia berusaha memanjat pohon untuk mempertahankan diri agar tidak tertarik gelombang tsunami, ia selamat dan akhirnya terdampar di kawasan rawa-rawa tepatya di dekat makam Teungku Syiah Kuala.

Pada tanggal 15 Januari 2005 warga menemukan Martunis, tepatnya 21 hari Martunis bertahan di tengah arus bencana tsunami, saat itu warga menyerahkan Martunis ke salah satu media Televisi Inggris yang kebetulan sedang meliput di wilayah itu, tidak lama kemudian gambar Martunis yang sedang mengenakan kaos timnas Portugal yang beromor punggung 10 milik Manuel Rui Costa beredar di stasiun televisi Eropa.

Kisah atau kejadian Martunis dapat menarik perhatian bintang terkenal pesepak bola Portugal seperti Cristiano Ronaldo, Lusi Figo, Nuno, Felipe Scolari, dan ketua Federasi Sepak Bola Portugal yang bernama Gilberto Madail. Hingga pada akhirnya Federasi Sepak Bola Portugal mengundang Martunis ke Negaranya secara resmi.

Pada Bulan Juni 2005 Martunis berkunjung ke Negara Portugal bersama ayahnya dan didampingi Teuku Taharuddin selaku dokter. Disana ia mendapatkan hibah uang sebesar 40 ribu Euro atau lebih dari 50 Juta Rupiah. Selain itu, Martunis juga langsung menjadi anak angkat Ronaldo hingga sekarang usia nya menginjak 18 tahun.

Pada puncak perayaan ulang tahun Sporting tepatnya tanggal 2 Juli 2015 remaja asal Desa Tibang, Banda Aceh tersebut resmi bergabung bersama klub sepak bola Portugal, Sporing Lisbon. Saat itu Martunis diperkenalkan sebagi atlet atau pemain baru oleh Presiden Sporting Lisbon. Saat ini ia sudah berada di Portugal untuk mengikuti program latihan Sporting Lisbon dan dia akan kembali ke indonesia pada tahun 2018.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*