WALHI Tuding Oknum Perhutani diBalik Gagalnya Pembongkaran 24 Vila Liar

(Headlinebogor.com) – Rencana pembongkaran sejumlah vila di Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, ternyata tidak terlaksana. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) pun menuding adanya oknum Perhutani yang mengagalkan rencana pembongkaran tersebut.

Direktur Eksekutif WALHI Jawa Barat Dadan Ramdan mengatakan, ada indikasi Perhutani bagian dari masalah dituding jadi penyebab pembongkaran 24 vila liar itu gagal dibongkar. Menurut Dadan, ketidaktegasan Perhutani dalam mengeksekusi dapat dimungkinkan karena adanya oknum yang bermain dengan pembangun vila di kawasan tersebut. Sehingga, tak heran jika rencana pembongkaran ini hanya sebatas wacana yang tak ada implementasinya.

“Mungkin juga ada oknum yang melakukan penyalahgunaan wewenang sampai rencana ini gagal terus. Tapi, kalau benar itu jelas merugikan negara,” kata Dadan..

Dadan menyarankan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dapat segera mungkin memeriksa Perhutani. Mengingat, masih ada beberapa praktek pembangunan sarana pariwisata yang berdiri dilahan milik Perhutani tanpa memiliki perizinan yang jelas.

“Perhutani harus diperiksa. Sarana wisata banyak yang berdiri tanpa ada prosedur yang jelas. Bukan di Megamendung saja,” ucapnya.

Ia pun menekankan, Perhutani agar bertindak secara tegas dan tidak mempermainkan atau mengambil manfaat dari para pelanggar. Karena, jika memang ke-24 bangunan ini berdiri secara ilegal, tentu kewajiban Perhutani secepatnya membongkar bangunan-bangunan tersebut.

“Pada prinsipnya kita menolak jika lahan milik perhutani alih fungsi. Sebaiknya Perhutani tegas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Megamendung Iwan Relawan mengaku, tak mengetahui gagalnya rencana pembongkaran ini. Pihaknya hanya mengetahui setelah pihak Perhutani mengirimkan surat pemberitahuan pelaksanaan pembongkaran akan diundur hingga waktu yang tak ditentukan.

“Panitianya dari Perhutani, kalau kita tidak tahu penyebab gagalnya,” katanya.

Menurut Iwan, dari awal rencana pembongkaran ini pihaknya belum mendapatkan permintaan penyediaan pasukan jumlah anggota yang akan dikerahkan dalam pembongkaran tersebut.

“Kita juga belum tahu. Setau kami pembongkaran akan dilakukan di titik Megamendung 12 dan Babakan Madang 13,” ujarnya. Sementara itu, hingga berita ini dikorankan Asisten Perhutani (Asper) KPH Bogor Iyus Rusliana tak bisa dihubungi. Sambungan telepon yang disampaikan wartawan koran ini pun tak diangkat. (rez/c/els/dit)

 

 

 

 

Sumber : Metropolitan.id

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*