Hilangnya Desas-Desus Dugaan Kasus Korupsi di KPU Kota Bogor

Kota Bogor-Persoalan adanya dugaan korupsi yang menyangkut nama lembaga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor beberapa waktu lalu menimbulkan kritik dan pertanyaan dari masyarakat yang mendasari adanya dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa tahun 2018.

Adanya hal tersebut, sempat beredar surat terbuka bahwa akan dilakukan seruan aksi dari mahasiswa. Namun beredarnya surat tersebut, hingga kini tidak diketahui kelanjutannya. Bahkan element mahasiswa tersebut ingin menuntut dibongkarnya dugaan korupsi ditubuh KPU Kota Bogor.

Aktivis Lingkungan dan Kemasyarakatan Aru Prayogi menyoroti hal tersebut dan menduga adanya main mata dari hilangnya desas-desus dugaan kasus korupsi. Aru menyayangkan jika kelompok mahasiswa atau aktivis yang menemukan adanya temuan korupsi yang disuarakan itu menghilang tanpa jejak dan tanpa kejelasan.

“Sangat disayangkan kelompok kemahasiswaan yang seharusnya menjadi motor intelektual bagi masyarakat dalam membongkar kejahatan di dalam lembaga yang menggunakan dana rakyat, harus lemah, bahkan hilang tidak berjejak,” ungkapnya kepada Jabaronline.com, Jumat (23/11/2018).

Apalagi sampai membatalkan aksi unjuk rasa, artinya dugaan meredam itu semua sangat kuat. Tidak dipungkiri, jiwa muda aktivis kemahasiswaan kadang terkendali dari garis alumni atau senior.
“Itu fakta yang ada, sekarang, semua pihak harus bergerak bersama mempertanyakan dugaan korupsi tersebut. KPU Kota Bogor adalah penyenggara pesta demokrasi masyarakat Kota Bogor, ” ungkapnya.

Aru menegaskan sampai dugaan korupsi tersebut terbukti, penegak hukum harus bertindak. “Jangan sampai penyenggara pemilihan umum menjadi sarang korupsi, mau dibawa kearah mana masyarakat Kota Bogor ini,” tegasnya.

(Oly)

Komentar