2X24 Jam, Polres Karawang Tangkap Pelaku Pembunuh Janin Bayi

Karawang-Berakhir Sudah Pelarian wanita berinisial A pelaku Pembunuh janin bayi yang sempat menghebohkan warrga di Kabupaten Karawanv Jawa Barat, Pasalnya Polres Karawang, Selasa (13/11/2018) berhasil tangkap pelaku pembunuhan sadis terhadap bayi tersebut.

Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya S.H., S.I.K saat pimpin jalannya Konferensi Pers di Lobby Mapolres Karawang, Selasa (13/11/2018) mebjelaskan bahwa Kedua Pelaku ditangkap dalam kurun waktu 2×24 jam di Sukoharjo, Jawa Tengah. Setelah informasi temuan mayat bayi terbungkus kafan, Sabtu (9/11/2018) lalu.

Lebih lanjut Kapollres menambahkan bahwa Pelarian singkat orangtua pembuang bayi terkubur di kebun, akhirnya terungkap. Diakui A, ibu korban, sekaligus pelaku utama, dirinya mengaku bayi yang dikandungnya merupakan hasil hubungan dengan pria lain.

Faktanya, Pelaku A, menikah dengan pria berinisial EFG baru 1 bulan pada tanggal 28 Oktober 2018. Namun, kehamilan pelaku A sudah memasuki bulan kedelapan. Berdasarkan pengakuan suaminya, saat menikah pelaku A, memang dalam kondisi hamil. Karena alasan sayang dan cinta, EFG mau menikahi A. “Saya mau nikahi dia (A) gmana ya, sudah terlanjur sayang, saya kami sudah pacaran dua tahun,” Ujjar suami Pelaku berinisial EFG.

Sementara pelaku , A, mengakui anak yang dikandungnya bukan hasil hubungan dengan EFG, suami yang dinikahinya sebulan sebelumnya. “Bukan hamil oleh dia (EFG), tapi oleh orang lain,” ucapnya.

Kapolres mengungkapkan, bayi dilahirkan ibu kandungnya lalu dibekap dan dicekik hingga kehabisan nafas. Sementara, sang suami mengetahui kondisi bayi meninggal usai dilahirkan ibunya di rumah sepulang kerja. “Bayi lalu dikubur di kebun yang berjarak 25 meter dari rumah tinggal keduanya,” kata Kapolres.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kampung Kalipandan, Desa Sukaluyu Telukjambe Timur, Karawang dikejutkan dengan temuan jasad bayi terbungkus kain kafan, disebuah kebun saat sedang mencangkul.

Sedangkan pihak Polres menegaskan
Terhadap kedua Tersangka dikenakan ancaman pidana berdasarkan Pasal 80 UUD tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman selama 10 tahun penjara,” pungkas AKBP Slamet

(Fuljo)

Komentar