Home / Jurnal Daerah / Akhirnya Aktivitas Galian Yang Mencemari Lingkungan Ditindak

Akhirnya Aktivitas Galian Yang Mencemari Lingkungan Ditindak

BOGOR-Setelah ramai jadi perbincangan masyarakat maupun di media sosial akhirnya galian C yang ada berada di Desa Bantarkuning Kecamatan Cariu ditutup oleh Satuan Polisi Pamong Praja dengan didampingi Polsek Kecamatan Cariu, Jawa Barat, Rabu (28/11/18).

Setelah beberapa hari ramai diberitaka dan membuat resah pengguna jalan Trans Provinsi sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan yang diakibatkan tercecernya tanah dan menutupi jalan. Menyikapi hal tersebut, Satpol PP Kecamatan Cariu terjun langsung ke beberapa titik lokasi galian C dan menutupnya dengan garis police line.

Kendaraan besar pengangkut tanah tidak mengacu pada perda No 22 thn 2009 UULAJ pasal 273 ayat (1) Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki Jalan yang rusak yang mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan Kendaraan dan/atau barang dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

Menurut kepala Satpol PP Kecamatan Cariu, Ansori mengatakan bahwa galian yang berlokasi di Kp. Pasirhalang Desa Bantarkuning Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor belum mengantongi izin dari Distam Provinsi Jabar. “Bahkan, saya sudah bekali-kali memberikan peringatan namun masih saja membandel,” katanya.

Sementara itu seorang warga merasa senang dengan keputusan yang diambil oleh pihak pemerintah terkait yang telah menutup izin aktivitas galian, “senang sekali dengan ditutupnya galian C tersebut karena dampaknya banyak sebelum ditutup anak sekolah terganggu karena jalan yang dilalui anak-anak menjadi kotor oleh tanah,” lanjutnya

“Terutama ketika warga Kp pasir halang yang mana letak posisi galian yg dilalui kendaraan besar mereka kesulitan karena itu jalan satu-satunya buat warga di sana. Sekarang menjadi susah dilalui jangankan kendaraan roda dua jalan kaki pun sulit dan warga sangat berterima kasih ketika proyek galian itu di tutup,” ungkap Dedin.

(Atik)

Komentar