Home / Jurnal Religi / Santri Syubbaanul Uluum Rindukan 10 Hari Terahir Ramadhan

Santri Syubbaanul Uluum Rindukan 10 Hari Terahir Ramadhan

Reporter: Dwi Arifin S.Pd (Bandung)-, Madrasah Ramadhan Syubbaanul Uluum terus menyebarkan ilmu untuk persiapan puncak malam-malam ramadhan yang akan hadir pada 10 hari terahir bulan ramadhan 1440 Hijriah. Acara kajian yang rutin diselenggarakan setelah sholat tarawih di Masjid Syubbaanul Uluum SMAN 1 Margaasih Desa Mekar Rahayu Margaasih Kabupaten Bandung.

Pada kesempatan yang diberikan panitia kepada narasumber Ustadz Ruslan Gunawan menyampaikan pesan penting di malam ramadhan ke 12 dengan tema menyambut malam 10 hari terahir di bulan ramadhan.

Imam syafi’i menjelaskan “sesungguhnya manusia apabila Alloh ingin bukakan hatinya, maka manusia mesti memiliki waktu menyediri bersama Alloh”

Kegiatan kajian ilmu pada waktu malam di masjid ini, merupakan langkah kita bersama dalam membukakan hati untuk menerima hidayah. Karena hal ini juga dilakukan para sahabat untuk mendekatkan diri kepada Alloh. Dengan ini kita melepaskan kesibukan dunia untuk menikmati malam-malam dibulan ramadhan yang terus berlalu.

Kadang kita terlalu sibuk untuk mencari rizki, padahal Alloh telah membukakan seluas-luasnya rizki kapada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Alloh sempitkan rizki kepada siapa yang dikendaki-Nya. Pada dasarnya Allah-lah yang menyempit dan yang meluaskan (pemberian rezeki)” (QS. Al-Baqarah, ayat 245)

Jadi jangan sampai kesibukan kita dalam kehidupan dunia ini membuat kita lupa kepada kehidupan ahirat. Kehidupan yang 1 harinya disana selama 50.000 tahun. Aku tidak terlalu mengkhawarirkan kefakiran dalam umatku, justru yang aku khawatirkan dibukakan dunia dan melalaikannya. Ini kekhawatiran nabi pada umatnya. Nabi kita sangat khawatir kepada umatnya tentang godaan dunia saat ini.

Coba bayangkan kehidupan dunia yang menyibukan dan melalaikan ini, padahal jika dibandingkan dengan ahirat sangat jauh. Seperti orang yang mencelupkan jarinya di tengah lautan, lalu menariknya ke atas dan terbawalah air ke ujung jari, itulah kehidupan dunia. Sedangkan kehidupan ahirat perumpaan air laut yang dalam dan luas.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat kecuali seperti seseorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang tersisa di jarinya jika ia keluarkan dari laut?” (HR Muslim No 2868).

Lalu pikirkan apa kesibukan kita untuk dunia atau ahiratkah, dan apa yang kita perjuangkan selama ini?

Ingat jika kehidupan dunia yang kita kejar pasti akan terus menjauh, sedangkan jika ahirat yang kita kejar maka dunia akan tertunduk hina mengikuti. Ibarat orang yang menuju ke arah timur dia akan menjauh dari barat. Dunia ini akan menjadi masalalu yang akan dihisab, sedangkan ahirat akan menjadi masa depan dan balasan setiap amal manusia.

Maka masih ada waktu yang tersisa di bulan ramadhan ini, kita evaluasi hari-hari ramadhan kita yang berlalu untuk memperbaiki hari esok untuk menyambut 10 hari malam terahir di bulan ramadhan.

Ustadz Ruslan mengajak mengevaluasi makan sahur yang telah berlalu, makan sahur yang menjadi awal ibadah puasa, yang ada keberkahan didalamnya. Diantara makanan yang ada keberkahan ialah makan sahur. Evaluasi juga waktu-waktu menjelang buka puasa, karena disana ada waktu yang memudahkan do’a kita dikabul.

Ramadhan yang kita jalani, dahulu sangat diharapkan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para sahabat nabi. Mereka sedikit tidur diwaktu malam, mereka sibuk mendekatkan diri kepada Alloh, mereka mencurahkan rasa rindunya menyempatkan menyendiri untuk Alloh.

Maka persiapkanlah untuk menyambut 10 hari malam terahir di bulan ramadhan. Persiapkan apa yang perlu disiapkan untuk 1 syawal, karena takutnya akan menganggu untuk menyambut malam seribu-bulan. Terus ikuti pesantren ramadhan bersama Syubbanul Uluum ini, ajak sahabat dan orang sekitar kita. Kerana mereka yang kelak kelak akan khusyu dalam menyambut malam seribu bulan, mereka yang terlatih sejak awal dan pertengahan di malam-malam ramadhan.

Komentar