Home / Nasional / Di Darul Ma’arif M. Romahurmuziy Ikat Persatuan Alim Ulama

Di Darul Ma’arif M. Romahurmuziy Ikat Persatuan Alim Ulama

Jabar Online (Bandung)-, Yayasan Darul Ma’arif Rahayu menyelenggarakan acara halaqoh alim ulama dengan tema fiqih demokrasi dan kepemimpinan menuju pemilu 2019. Dihadiri tokoh masyarakat, alim ulama, dan generasi muda dari Kabupaten Bandung, Bandung Barat dan Kota Bandung. Dengan narasumber Ketua Yayasan Darul Ma’arif Drs. KH. Nu’man Abdul Hakim, Ketua Dewan Pembina Yayasan Madani (Majelis Dakwah Dan Pendidikan Islam) Ir. H. Muchammad Romahurmuzy MT, Wakil Rektor UIN Sunan Gunung Djati Prof Dr. H. Muhtar Solihin M.Ag, Katib Syuriah PCNU Kabupaten Bandung KH. Yusuf Ali Tantowi Lc, MA. Kegiatan berlangsung di aula Darul Ma’arif, dari pukul 16:30-22:30wib senin 4 Mart 2019.

Dalam sambutannya Ketua Yayayan Darul Ma’arif dan Calon Anggota DPR RI Dapil Kabupaten Bandung dan Bandung Barat Dari Partai Persatuan Pembangunan No 1, Drs. KH. Nu’man Abdul Hakim menyampaikan tentang permasalahan bangsa yang bersumber dari berita Hoax (berita bohong / fitnah). Berbagai negara di dunia terpecah belah karena adanya berita Hoax. Dan negara Indonesia saat ini diserang oleh berita Hoax.
Banyak para pemimpin yang terdzolimi karena berita Hoax. Maka kita wajib membela kepada mereka yang terdzolimi. Berita hoax menyerang pemerintah dan Komisi Pemiliahan Umum pada saat menjelang Pilpres 2019. Diantaranya tentang kebangkitan PKI, Jokowi anti islam dan otoriter, utang negara kian membengkak, Jokowi minim pretasi, dan Jokowi bagian dari China.

Selanjutnya narasumber Wakil Rektor UIN Sunan Gunung Djati Prof Dr. H. Muhtar Solihin M.Ag dihadapan para peserta membahas tentang kepemimpinan dan idiologi pancasila. Pada dasarnya dalam sejarah pendirian bangsa pancasila merupakan hasil ijtihad para ulama yang berperan melawan penjajah dan membawa kepada gerbang kemerdekaan. Kelompok yang ingin merubah idiologi bangsa, mereka termasuk kufur nikmat.

Dalam pancasila, sila pertama ketuhanan yang Maha Esa bertujuan untuk membangun hubungan manusia dengan Alloh SWT. Lalu sila ke 2 kemanusian yang adil dan beradab merupakan sila yang mengatur tentang kepemimpinan yang adil dengan berpedoman pada nilai-nilai agama. Dengan hadirnya pemimpin yang adil dalam satu bangsa diharapkan mampu membangun persatuan dengan konsep musyawarah hingga terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakayatnya.

Pada ahir acara halaqoh Ketua Dewan Pembina Yayasan Madani (Majelis Dakwah Dan Pendidikan Islam) dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Ir. H. Muchammad Romahurmuzy MT menyampaikan tentang pesan kepemimpinan, partai politik dan nilai sejarah kebangsaan.
“Santri harus mampu menjadi politisi. Dari beberapa priode pemimipin yang ada di Indonesia. Mereka merupakan pemimpin ideal, dengan kombinasi antara nasionalis dan agamis. Pemimpin seperti inilah yang dibutuhkan negara. Karena pada piagam Jakarta, negara ini didirikan hingga diatur bersama oleh dua kelompok dominan yaitu nasionlis dan agamis”

Agama dan negara ibarat saudara kembar yang saling menjaga. Negara menjaga agama dengan kekuasannya, dan agama menjaga negara dengan nilai ketuhanannya. Partai Persatuan Pembangunan hadir menjadi pemersatu umat. Berjuang melalui konstitusi untuk menciptakan NKRI yang bersyariah. Partai berlambang kabah ini menjadi inisiator dengan mengahadirkan naskah akademik Undang-undang tentang Pesantren, hingga Undang-undang Larangan Minuman Keras.

Partai Persatuan Pembangunan pada sejarahnya menjadi pemersatu suara umat islam. Kalau ada yang bertanya kenapa partai islam tidak bersatu dalam Pilpres 2019? Tanya kepada mereka yang tidak mau bersatu dengan Partai Persatuan Pembangunan. Karena PPP hadir untuk mempersatukan bukan memecah belah.

Maka dalam Pilpres ini, mohon disampaikan kepada majelis-majelis taklim tentang petingnya memilih pemimpin dengan ilmu bukan kebencian. Dakwahkan islam melalui teknologi di media sosial, karena pada zaman ini generasi kita butuh tontonan yang bernilai tuntunan.
Ir. H. Muchammad Romahurmuzy MT menyampaikan harapannya kepada publik. Yang pertama Pilpres merupakan kontestasi yang berjalan 5 tahun sekali. Maka janganlah keadaan suatu bangsa berpecah belah. Karena pesaudaraan dalam berbangsa lebih dibutuhkan karena lebih abadi. Jangan sampai ada korban, mari bersaing dikontestasi ini dengan gagasan hingga kesantuan. Sehingga menangpun secara terhormat dan bermartabat.

PPP memiliki sikap politik keyakinan PPP terhadap KPU seutuhnya. Kita akan menerima hasil pemilu secara sah tidak ada masalah dengan hasil kenyataan.
PPP membawa Pesan kebudayan yang bermartabat yaitu siap kalah dan menang, jadi jangan libatkan emosi masa dengan menimbulkan fitnah. Ajaklah mereka untuk memilih dengan dasar pengetahuan yang paripurna tentang kedua pasangan calon sehingga dapat memilih dengan ilmu dan hati nuraninya.

Pada penutupan acara Halaqoh Alim Ulama tersebut para peserta diberi buku tentang Islam Rahmatan Lil’alamin yang ditulis oleh M. Romahurmuziy dan Biografi Profesor NU KH.Moh. Tolchah Mansoer untuk menambah wawasan dakwah dan memperkuat pondasi kebangsaan.

(Reporter Bandung: Dwi Arifin S.Pd, Fotografer: Wisnu Sungkara)

Komentar