Home / Nasional / Jawa Barat Juara Ekonomi Kreatif Nasional

Jawa Barat Juara Ekonomi Kreatif Nasional

Penulis :

Yanto Setianto, S.Si

Statistisi di BPS Provinsi Jawa  Barat

 

Ekonomi kreatif (ekraf) sebagai roda penggerak perekonomian baru Indonesia. Terus bergerak positif di tengah laju pertumbuhan ekonomi. Jawa Barat bias berbangga karena menjadi penyokong utama ekraf Indonesia.

Ekraf merupakan era baru ekonomi setelah ekonomi pertanian, ekonomi industri, dan ekonomi informasi, yang mengintensifkan informasi dan kreatifitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai factor produksi utama dalam kegiatan ekonominya (Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional 2009-2015)

Data hasil kerjasama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), di tahun 2016 ekraf memberikan kontribusi sebesar 7,44% terhadap perekonomian nasional.

Laju pertumbuhan sector ekraf sangat menjanjikan. Ekraf tumbuh 4.95% di tahun 2016.

Ekspor ekraf dalam kurun waktu 2011 sampai dengan 2016 terus mengalami peningkatan. Berbanding terbalik dengan total ekspor secara keseluruhan. Nilai ekspor ekraf tahun 2016 sebesar US$ 1,99miliar dengan kontribusi sebesar 13,77 persen. SubsektorFashion menjadi penyumbang terbesar diikuti Kriya dan Kuliner. Data tersebut menjadi angin segar untuk perekonomian Indonesia.

Amerika Serikat masih menjadi Negara tujuan ekspor ekraf terbesar. Untuk wilayah Asia, Jepang dan Singapura diikuti Tiongkok menjadi pasar terbesar. Sedangkan Swiss dan Jerman masih jadi tujuan ekspor ekraf terbesar di wilayah eropa.

Tumbuhnya ekraf nasional akhirnya berdampak pada jumlah tenaga kerja. Terdapat 16,91 juta jiwa bekerja pada sector ini dengan jumlah usaha sebanyak 8,2 juta. Dibandingkan tahun 2015, jumlah tenaga kerja ekraf bertambah sebanyak 950 ribu jiwa.

 

Ekonomi Kreatif Jawa Barat

Ekonomi kreatif di Jawa Barat sebetulnya bukan hal yang baru. Kekayaan budaya, sumber daya manusia yang kreatif, menjadikan industry kreatif tumbuh subur.

Geliat ekraf Indonesia tidak bias dilepaskan dari peran Jawa Barat. Di level nasional, Jawa Barat menjadi yang terdepan. Tahun 2016 ekspor ekraf dari Jawa Barat mencapai US$ 6,39miliaratau 31,96 persen dari keseluruhan ekspor ekraf Indonesia (Publikasi Ekspor Ekonomi Kreatif 2010-2016, BPS – BEKRAF).

Dominasi kontribusi di beberapa subsector ekraf juga terlihat. Kuliner, Fashion, dan Penerbitan diantaranya. Untuk subsector kuliner, Jawa Barat menyumbang 43 persen dengan nilai mencapai US$ 543 Juta, Fashion 42 Persen (US$ 4,6 Miliar) dan Penerbitan 55 persen (US$14.5 Juta).

PDRB ekraf Jawa Barat dari 2011 sampai dengan 2016 terus meningkat. Seiring dengan peningkatan Nilai PDRB Jawa Barat secara keseluruhan. Dengan rata-rata kontribusi sebesar 11,14 persen. Pertumbuhan subsector Televisi dan Radio memiliki rataan tertinggi.

 

Jabar Juara Penopang Ekonomi Kreatif

Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi. Itulah visi Gubernur terpilih Jawa Barat periode 2018-2023. Sepintas, kata Inovasi menjadi kabar baik bagi sector ekraf. Melihat lebih dalam, setidaknya dua dari lima misi yang telah ditetapkan diharapkan akan mendorong kemajuan ekraf di Jawa Barat.

Pertama, Melahirkan manusia yang Berbudaya, Berkualitas, Bahagia, dan Produktif melalui peningkatan pelayanan publik yang inovatif. Dengan tagline “MilenialJuara”, GubernurJawa Barat menargetkan tumbuhnya Start Up atau Creative Hubdi Kabupaten/Kota dengan fasilitas pengembangan ide dan bisnis.

Kedua, Meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi umat yang sejahtera dan adil melalui pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi dengan pusat-pusat inovasi serta pelaku pembangunan. “Nelayan Juara”, didorong untuk melakukan penjualan atau pelelangan ikan secara online. Tak hanya disitu, akan dikembangkan juga Desa Wisata Nelayan di daerah yang memiliki potensi.

“Ekonomi Kreatif Juara”. Ini yang akan menjadi booster tumbuhnya ekraf di Jawa Barat. Target dari program ini antara lain terbentuknya kawasan ekonomi kreatif, desakreatif. Selain itu, adanya pembinaan dan promosi untuk usaha kreatif dapat membangun sinergitas antara pelaku usaha dengan pemerintah. Sehingga pelaku usaha tidak lagi bingung dalam memasarkan produknya. Dengan kata lain masyarakat tidak hanya diarahkan dalam menciptakan suatu produk, tetapi diarahkan menjadi pelakuusaha. Program lain seperti “Pariwisata Juara” tentunya juga memiliki dampak bagi kemajuan ekraf. Dimana produk industry ekraf akan menjadi penyokong industry pariwisata.

Jika semua program terlaksana dengan baik, bukan mustahil masa depan ekonomi kreatif di Jawa Barat akan tumbuh pesat. Terlebih Jawa Barat sudah memiliki modal yang cukup untuk pengembangannya. Kabupaten Garut dengan kerajinan kulit, Kota Bandung dengan industry fashion, Cirebon dengan batik dan Kabupaten/Kota lainnya yang memiliki potensi untuk lebih dikembangkan lagi.

Dari program tersebut, Gubernur Jawa Barat sangat menaruh perhatian terhadap tumbuhnya ekraf.Jika program tersebut terlaksana, dengan otomatis sector ekraf akan semakin berkembang pesat. Tentunya dengan dukungan dari semua lapisan masyarakat.

Kedepan diharapkan Jawa Barat sebagai pendorong bagi majunya ekraf di daerah lain. Dimana Jawa Barat dapat dijadikan role model dalam pengembangan industry kreatif di Indonesia. Sehingga ekraf dapat menjadi angin segar dalam pertumbuhan ekonomi.

 

 

 

Komentar