Dunia Islam saat ini tengah menunjukkan taringnya dalam panggung geopolitik internasional, bukan melalui kekuatan militer semata, melainkan lewat jalur diplomasi kemanusiaan yang santun dan efektif. Di tengah berbagai konflik yang melanda wilayah Timur Tengah hingga Afrika, negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, Arab Saudi, Qatar, dan Turki, semakin gencar mengoordinasikan bantuan lintas batas. Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai kewajiban politik, namun sebagai manifestasi dari tanggung jawab iman untuk meringankan beban sesama manusia yang tertindas.
Dalam berbagai forum internasional, seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), seruan untuk gencatan senjata dan penyaluran bantuan medis ke wilayah konflik seperti Palestina dan Sudan terus disuarakan. Diplomasi ini melibatkan pengiriman bantuan logistik, pembangunan rumah sakit lapangan, hingga pemberian beasiswa bagi pelajar di zona perang. Fenomena ini membuktikan bahwa kekuatan Islam terletak pada rasa empati yang mendalam, yang diterjemahkan ke dalam kebijakan luar negeri yang berorientasi pada kemaslahatan publik atau maslahah ammah.
Kabar Berita Indonesia: Komitmen pemerintah Indonesia dalam mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan Sudan merupakan implementasi nyata dari perintah agama untuk menjaga persaudaraan antar-sesama mukmin di seluruh penjuru dunia.
.png)
.png)